Belum Rekam Data Kependudukan, Ribuan Warga Wonosobo Terancam Kehilangan Hak Pilih

Rapat Desk Pilkada 2020 Wonosobo di Ruang Mangoenkoesoemo Setda Kabupaten Wonosobo – Foto Ant

WONOSOBO – Sebanyak 4.462 pemilih Pilkada 2020 Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terancam kehilangan hak pilihnya. Mereka terancam tidak bisa memilih di 9 Desember 2020 mendatang, karena belum melakukan rekam KTP elektronik.

“Regulasi kita hanya sampai hari ini, jika tidak melakukan rekam KTP elektronik sampai hari ini, maka tidak dapat menggunakan hak suaranya, jadi terancam hak pilihnya hilang,” kata Ketua KPU Kabupaten Wonosobo, Asma’ Khozin di Wonosobo, Senin (16/11/2020).

Hal tersebut disampaikannya, pada rapat Desk Pilkada Wonosobo yang berlangsung di Ruang Mangoenkoesoemo Setda Kabupaten Wonosobo. Asma’ menuturkan, mereka yang belum melakukan rekam KTP elektronik tersebut sebagian besar adalah lansia.

KPU sudah mengirimkan undangan dan surat kepada pemilih yang belum rekam KTP elektronik. Namun mereka menolak dengan berbagai alasan, dan mereka minta pelayanan jemput bola ke desa atau rumah. “Kami sudah bersurat kepada semua pemilih ini satu per satu dan sudah didatangi oleh teman PPS, namun mereka keberatan dengan berbagai alasan, tenaga, biaya dan sebagainya. Mereka meminta pelayanan jemput bola ke kantor desa atau rumah,” ujarnya.

Menurutnya, angka tersebut termasuk tinggi untuk wilayah Jawa Tengah. Tercatat menjadi penyumbang tertinggi untuk area Jateng, sebesar 5,2 persen, untuk yang belum rekam KTP elektronik.

Asma’ menyebut, pelaksanaan tahapan Pilkada 2020 Wonosobo, telah disiapkan dengan ketat. Mengikuti ketentuan protokol kesehatan, yang sudah ditentukan. Proses pemungutan suara di TPS dilakukan dengan tata cara yang lengkap, seperti pengecekan suhu badan dengan thermo gun, penyediaan sarung tangan, cuci tangan atau hand sanitizer, dan tinta tetes. Pengamanan untuk petugas KPPS, cukup lengkap dengan mengenakan masker, face shield, sarung tangan, hazmat 1 set.

Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo, meminta semua pihak terkait agar memberikan dukungan secara aktif demi suksesnya penyelenggaraan tahapan pilkada. “Bagi Forkopimda, instansi vertikal dan stakeholders terkait lainnya, saya harapkan dapat mendukung secara aktif, demi kesuksesan penyelenggaraan tahapan Pilkada 2020 di Wonosobo, agar terlaksana secara damai, aman dan demokratis, dengan mengedepankan prinsip-prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, serta memberikan jaminan bagi masyarakat untuk memilih sesuai pilihannya, dan tentunya bebas dari segala bentuk intimidasi, kekerasan, black campaign dan berita hoaks,” tutur-nya.

Wabup berharap, KPU dan Bawaslu beserta jajaran-nya bisa mengoptimalkan segala daya dan upaya, untuk menyukseskan penyelenggaraan setiap tahapan, sesuai dengan kewenangan dan tupoksi masing-masing. Namun tetap dengan tetap menjaga independensi dan profesionalitas.

“Karena sebagaimana kita ketahui, Pilkada saat ini memiliki kompleksitas yang tinggi, seiring dengan meningkatnya pengetahuan, perhatian dan partisipasi masyarakat, terhadap penyelenggaraan Pemilu. Saya mengimbau masyarakat yang telah memiliki hak pilih, mari gunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya, walaupun di tengah masa pandemi. Suara Anda menentukan nasib Kabupaten Wonosobo yang kita cintai ini,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...