Bernilai Ekonomi Tinggi, Petani Purbalingga Budi Daya Porang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Tanaman porang saat ini sedang banyak digemari karena mempunyai nilai ekonomi tinggi. Kandungan berbagai zat yang bermanfaat untuk kesehatan membuat pintu ekspor untuk tanaman jenis umbi-umbian ini terbuka lebar.

Para petani di Desa Karangtengah, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga mulai melakukan budi daya tanaman porang. Dengan bimbingan dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kertanegara, para petani mulai membuat demplot untuk tanaman porang.

Penyuluh pertanian dari BPP Kertanegara, Romsyiah mengatakan, tanaman porang sudah menjadi komoditas ekspor, sehingga pihaknya mendorong para petani untuk menanam porang.

Penyuluh pertanian dari BPP Kertanegara, Romsyiah dijumpai di Purbalingga, Senin (30/11/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Cara menanam porang sebenarnya cukup mudah, dengan sedikit edukasi saja, para petani sudah bisa melakukan budi daya porang sendiri. Namun, memang untuk tahap awal perlu percontohan terlebih dahulu, supaya petani yakin untuk menanam porang, sehingga kita buat demplot di Desa Karangtengah ini,” tuturnya, Senin (30/11/2020).

Lebih lanjut Romsyiah mengatakan, tahap pertama adalah membersihkan lahan pertanian dari gulma-gulma, supaya tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Setelah itu, tanah dibajak dan digemburkan.

“Tanaman porang ini sebenarnya juga bisa tumbuh di lahan kering, tetapi jika tanah digemburkan, maka hasil panennya akan lebih maksimal,” jelasnya.

Selain tanah gembur dengan PH antara 6 – 7, tanaman porang juga butuh pohon peneduh di sekitar lahan. Setelah lahan dibersihkan dari gulma dan digemburkan, tahap selanjutnya adalah membuat gundukan tanah dan lubang tanaman. Jarak antara lubang tanaman sekitar 25 – 30 sentimeter. Pada tiap lubang tanam kemudian diberikan pupuk kompos.

“Untuk melindungi area lahan dari gulma, sebaiknya gundukan tanah atau guludan dipasang mulsa yang diberi lubang pada tiap lubang tanaman,” kata Romsyiah.

Tanaman porang, lanjutnya, sebaiknya ditanam langsung menggunakan umbi. Namun, jika akan ditanam dalam bentuk biji, sebaiknya dibibitkan terlebih dahulu dalam polybag.

Sementara itu salah satu petani, Pamuji mengatakan, saat ini sudah masuk musim penghujan dan tanaman porang memang lebih baik ditanam pada awal musim hujan, untuk menjaga kegemburan lahan.

“Panennya cukup lama sebenarnya, yaitu sampai 7 bulan baru bisa dipanen. Namun, harga jualnya cukup bagus dan untuk penjualannya juga mudah, karena porang banyak dicari orang sekarang ini,” ucapnya.

Harga satu kilogram porang basah bisa mencapai Rp 10.000. Jika kualitas buah bagus, maka porang bisa diekspor. Porang juga banyak mengandung zat glukomanan yang bisa untuk menurunkan kolesterol, berat badan hingga gula darah.

Lihat juga...