Birea, Cara SMA Karangturi Ajak Warga Sekolah Lestarikan Satwa dan Alam

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Suara kicau burung terdengar di berbagai sudut, sekolah SMA Karangturi Semarang. Sejumlah birea atau bird rest area, untuk tempat istirahat burung pun berdiri di lingkungan sekolah tersebut. Birea tersebut juga diberi berbagai pakan burung, beserta air minum.

“Melalui program birea ini, kita ingin menciptakan habitat yang sesuai bagi burung, agar dapat tumbuh kembang secara alami di lingkungan Sekolah Karangturi,” papar Kepala Sekolah SMA Karangturi Semarang, Susena saat ditemui di sekolah tersebut, di Padma Boulevard Selatan Blok F Kompleks Graha Padma Semarang, Rabu (11/11/2020).

Dipaparkan, setelah pepohonan mulai tumbuh, disediakan makanan yang sesuai bagi burung yang ada di sekitar lingkungan sekolah. “Dari tim Adiwiyata berinisiatif, membuat tempat makan dan istirahat burung yang alami yang diberi nama Birea ini. Penamaan ini ide dari Averina Clara Gunawan, siswa Kelas XI MIPA 2 SMA Karangturi,” terang Susena.

Lebih jauh dijelaskan, birea didesain supaya tampak tertata dari sisi keindahan, kebersihan dan kesehatan lingkungan yaitu jauh dari area kantin. Pada tahap awal ini, ada tiga titik birea yang ditempatkan di lingkungan sekolah.

“Burung-burung yang datang kita data. Sejauh ini, ada sekitar 12 jenis burung yang bersarang di lingkungan sekolah. Mulai dari burung kutilang, perkutut, derkuku, prenjak, trucuk, jalak kebo, pentet, hingga pipit,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, untuk semakin meningkatkan kecintaan warga sekolah terhadap lingkungan dan satwa yang ada, pihaknya melarang segala bentuk aktivitas perburuan.

“Ambil burung dari sarang saja dilarang, apalagi kalau sampai menembak. Sangat dilarang. Ini menjadi upaya kita untuk menumbuhkan kecintaan siswa,” terangnya.

Susena menambahkan, pihaknya juga menanamkan kecintaan akan beragam tanaman. Salah satunya dengan membuat sistem data base, mulai dari tanaman obat, hias, peneduh, obat, hingga tanaman langka.

“Ada lebih dari 80 jenis tanaman yang ada di lingkungan SMA Karangturi Semarang. Seluruh tanaman tersebut, kita data, selain itu juga dibuatkan katalog secara cetak dan digital. Untuk e-katalog, setiap tanaman yang tumbuh kita lengkapi dengan barcode,” imbuhnya.

Barcode tersebut, ketika di scan menggunakan telepon pintar atau smartphone, akan muncul penjelasan terkait tanaman tersebut. Mulai dari jenis, nama tanaman hingga kegunaan. Misalnya, jahe, ketika discan barcode akan muncul penjelasan sebagai tanaman obat, hingga beragam manfaatnya.

“Upaya ini, selain sebagai sumber belajar siswa, juga untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan. Ini sesuai dengan tema penataan lingkungan sekolah,” tegas Susena.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono, saat dihubungi, pihaknya mendorong setiap sekolah untuk meningkatkan kecintaan dan kepedulian warga sekolah, terkait lingkungan dan satwa yang ada.

“Penataan lingkungan sekolah, diperlukan untuk menumbuhkan semangat dan cinta lingkungan. Termasuk memunculkan ide-ide kreatif yang memiliki muatan karakter kearifan lokal, dalam cinta lingkungan, juga bisa diterapkan,” tandasnya.

Lihat juga...