Bogor Data Kesiapan Sekolah Laksanakan PTM

Siswa SMP Negeri 2 Selopampang Kabupaten Temanggung, melakukan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah dengan protokol kesehatan ketat – Foto Ant

BOGOR – Dinas Pendidikan Kota Bogor mendata kesiapan sekolah-sekolah di Kota Bogor, untuk menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Hal itu sebagai implementasi arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Implementasinya di lapangan, kami mendata kesiapan sekolah dengan menyebarkan formulir berisi pertanyaan kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, serta fasilitas protokol kesehatan ke sekolah-sekolah di Kota Bogor,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin, Sabtu (28/11/2020).

Fahrudin mengatakan, hal itu menjawab pertanyaan bagaimana persiapan Dinas Pendidikan Kota Bogor, menghadapi arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang membolehkan daerah menyelenggarakan PTM di sekolah mulai Januari 2021, asalkan memenuhi persyaratan protokol kesehatan. Menurut Fahrudin, Dinas Pendidikan membuat daftar periksa, berupa formulir pertanyaan kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, serta fasilitas protokol kesehatan ke sekolah-sekolah di Kota Bogor.

Setiap sekolah, diberikan daftar periksa, bentuknya formulir chek list, berisi kelengkapan fasilitas protokol kesehatan dan pendukungnya. “Sekolah mengisi formulir tersebut dan mengembalikannya ke Dinas Pendidikan. Nanti Dinas Pendidikan menindaklanjuti dengan melakukan verifikasi dan monitoring ke sekolah-seolah,” katanya.

Daftar periksa yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah, menjadi pernyataan tanggung jawab dan komitmen dari sekolah. Sekolah-sekolah yang telah diverifikasi oleh tim dan dinyatakan memenuhi persyaratan secara keseluruhan, akan direkomendasikan siap. Namun, kesiapan dari sekolah itu belum menjadi kepastian bisa melaksanakan PTM di sekolah. “Tapi masih harus mengusulkannya kepada Pemerintah Kota Bogor. Setelah Wali Kota Bogor menyatakan layak dan memberikan izin, baru kemudian sekolah boleh melaksanakan PTM,” katanya.

Sekolah yang diizinkan melaksanakan ini PTM di sekolah ini adalah SMA dan SMK. Dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Sedangkan, pola belajarnya dengan cara kombinasi, hanya dua hari per minggu. Misalnya, kelas tiga hari Senin dan Kamis, kelas dua hari Selasa dan Jumat, serta kelas satu hari Rabu dan Sabtu. Sekolah yang nantinya diizinkan melaksanakan PTM, guru-gurunya harus menjalani tes usap lebih dulu dan dipastikan sehat. (Ant)

Lihat juga...