BPBD Bekasi Siapkan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Upaya antisipasi kesiapsiagaan bencana banjir dan longsor mulai dilakukan di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Hal tersebut menyusul informasi akan terjadinya cuaca ekstrem menjelang akhir hingga awal tahun ini.

“Sebelumnya sudah sempat ada undangan rapat dari seluruh OPD, bahwa akan ada Hujan Ekstrim pada Bulan Januari 2021,” kata Suhendra Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Kota Bekasi, dikonfirmasi usai apel, Jumat (13/11/2020).

Dikatakan belajar dari pengalaman sebelumnya awal tahun 2020 hampir seluruh wilayah Kota Bekasi terendam banjir. Oleh karenanya saat ini BPBD Kota Bekasi, sudah menyiapkan di 12 titik seperti tenda dan alat sarpras pendukung bantuan bencana.

Bentuk antisipasi selain tenda setiap wilayah Kecamatan, juga disiagakan perahu karet. Tapi melihat kondisi misalkan wilayah rawan hingga 70 persen biasa tergenang maka disiagakan empat perahu karet. Selain perlengkapan sarana prasarana, penguatan juga kita lakukan dengan kerjasama dan koordinasi antara instansi vertikal termasuk unsur TNI dan Polri.

“Kita salurkan tenda ditiap kecamatan dari awal bulan November 2020,” jelasnya mengatakan apa yang dilakukan adalah bentuk antisipasi awal.

Ia juga berharap, masyarakat juga lebih waspada dini, dengan mulai membersihkan lingkungan dari sumbatan potensi yang membuat genangan air dan lainnya. Terutama menjaga saluran air agar tidak terjadi genangan dan lainnya.

BPBD hanya melakukan antisipasi siaga bencana. Tapi, warga lebih memahami potensi dimana terjadi banjir atau tanah longsor agar segera melaporkan.

Sementara apel siaga bencana, ditingkat kecamatan Jatiasih dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Apel tersebut diikuti sekitar 500 peserta dan dihadiri oleh pemangku jabatan di tingkat Kota Bekasi, Organisasi Perangkat Daerah, relawan serta dari TNI–POLRI.

Tri Adhianto memaparkan beberapa poin yang harus menjadi perhatian penting menyambut musim penghujan. Meliputi dari kesiapsiagaan dalam mengantisipasi banjir dan titik-titik banjir.

Hal lain adalah agar meningkatkan Early Warning System dan Komunikasi dengan seluruh unsur terkait, BMSDA agar melakukan pengecekan terhadap pintu-pintu dan saluran-saluran air untuk meminimalisir banjir.

“Masa pandemi ini agar seluruh aparatur dan unsur masyarakat dapat saling menjaga kesehatan sehingga dapat melaksanakan tugas secara maksimal. Termasuk bencana banjir dan tanah longsor bukan hanya merupakan tugas dari Pemerintah saja, namun juga semua unsur masyarakat,” tegasnya.

Lihat juga...