BPBD Kota Semarang Belum Miliki Alat Berat untuk Penanggulangan Bencana

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Kebutuhan alat berat seperti eskavator, backhoe hingga mobil toilet portable, diperlukan dalam penanganan kebencanaan. Terutama untuk banjir dan tanah longsor. Namun sejauh ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, belum memilikinya.

“Alat-alat berat ini diperlukan, untuk mempercepat proses penanganan atau evakuasi korban bencana, khususnya tanah longsor atau banjir. Selama ini, dalam penanganan bencana di Kota Semarang, karena kita belum memiliki sendiri, jadi harus pinjam ke dinas atau instansi lain, seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) atau Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang,” papar Kepala BPBD Kota Semarang, Rudianto di Semarang, Jumat (6/11/2020).

Meski selama ini selalu diberikan izin peminjaman, namun persoalan muncul, ketika alat berat tersebut ternyata sedang digunakan oleh dinas terkait. “Seperti halnya ketika terjadi banjir yang melanda kawasan Tlogosari Semarang, beberapa waktu lalu. Kita membutuhkan mobil toilet portable, dan mengajukan peminjaman ke Disperkim, ternyata mobil tersebut sedang digunakan,” terangnya.

Padahal, kebutuhan tersebut mendesak, mengingat ada sejumlah rumah warga yang tergenang banjir, sehingga mereka tidak bisa menggunakan kamar mandi atau toilet di rumah mereka.

“Kita khawatirkan, hal serupa juga terjadi kemudian hari pada penanganan bencana yang lain. Padahal sesuai dengan surat dari BPBD pusat, BPBD Kota Semarang harus sudah memiliki sendiri peralatan tersebut,” tandas Rudi.

Sementara, Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman, mengaku jika dirinya baru mengetahui persoalan tersebut. Selama ini, pihaknya menilai tidak ada persoalan dalam penggunaan alat berat atau kebutuhan lain, terkait penanganan bencana.

“Seharusnya, BPBD Kota Semarang memang memiliki sendiri. Hal ini agar penanganan dan penanggulangan bencana, yang dilakukan bisa bersifat segera, tanpa harus menunggu peminjaman alat berat dari instansi lain,” paparnya.

Menyikapi persoalan tersebut, pihaknya akan menganggarkan dalam anggaran perubahan APBD Kota Semarang 2021 mendatang. “Namun meski saat ini belum punya sendiri, namun kami akan memastikan dalam upaya penanggulangan bencana, ada sinergi seluruh dinas terkait,” tegas Pilus, panggilan akrabnya.

Termasuk rencana penempatan satu alat berat di setiap sungai yang ada di Kota Semarang, yang nantinya akan membantu melakukan pengerukan sedimentasi hingga sampah.

“Contohnya saat ini sudah ada di Banjir Kanal Barat (BKT), disana ada satu alat berat yang selalu berjaga. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, bisa langsung melakukan tindakan, baik pengerukan sedimentasi atau sampah, sehingga diharapkan kelancaran aliran sungai bisa terjaga,” pungkasnya.

Lihat juga...