Brimob Purwokerto Siapkan Dua Pleton Antianarkis Kawal Pilkada

Editor: Koko Triarko

Komandan Satuan Kompi  3 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Jateng, Iptu Siswadi Jamal, SIK. M.Hum., di Mako Brimob Purwokerto, Sabtu (14/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Tengah menerjunkan dua pleton pasukan antianarkis untuk mem-backup pengamanan pelaksanaan pilkada serentak. Personel yang diterjunkan sudah mengikuti pelatihan terpusat selama satu bulan, langsung di bawah komando Kapolda Jateng.

Komandan Satuan Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Jateng, Iptu Siswadi Jamal, SIK. M.Hum., mengatakan dua pleton antianarkis akan diterjunkan mulai awal Desember, bersamaan dengan dimulainya tahapan pilkada.

“Masing-masing pleton beranggotakan 26 personel, mereka sudah mengikuti latihan terpusat di Polda Jateng selama sebulan dan setiap hari selama di sini juga selalu latihan, karena motto kita latihan sepanjang hari, latihan sepanjang tahun,” kata Iptu Siswadi, usai perayaan HUT Brimob ke 75 di Mako Brimob Purwokerto, Sabtu (14/11/2020).

Sedangkan untuk pengamanan seluruh wilayah yang melaksanakan pilkada di Jawa Tengah, diterjunkan 2/3 personel, atau sebanyak 1.100 personel dari total jumlah pesonel 1.700.

Untuk wilayah pengamanan pilkada, Brimob Kompi 3/B Purwokerto mendapat tugas pengamanan di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Kebumen. Sedangkan untuk pilkada Kabupaten Purbalingga akan mendapat backup pengamanan dari Pekalongan. Masing-masing daerah akan mendapat backup pengamanan satu pleton.

“Untuk wilayah pengamanan pilkada beberapa kali mengalami perubahan, sehingga masih ada kemungkinan juga wilayah tugas pengamana kita akan berubah. Namun, yang pasti semua personel sudah siap untuk bertugas dan sudah latihan terus setiap hari untuk penanggulangan huru hara pilkada,” terangnya.

Selain latihan personel, kesiapan lainnya juga sudah dilakukan, antara lain peralatan pengamanan yang diperbarui, seperti tameng, security barrier, mobil penanggulangan huru hara dan lain-lain.

Disinggung terkait potensi kerawanan pilkada di dua daerah yang akan di-backup pengamanan oleh Brimob Kompi 3/B Purwokerto, Iptu Siswadi mengatakan, dari hasil pengamatan, sejauh ini masih belum ada tingkat kerawanan yang tinggi, baik di Kabupaten Wonosobo atau di Kebumen. Potensi kerawanan yang menjadi perhatian justru pilkada di Solo.

“Meskipun potensi kerawanan tidak ada, namun karena menyangkut adanya pergerakan massa dalam jumlah besar, maka kita tetap melakukan pengamanan maksimal, terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19 yang pastinya momentum pilkada akan menimbulkan potensi kerumunan,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan dari Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB), Budi, menyampaikan Brimob lahir dan berawal dari Kota Purwokerto yang didirikan oleh Jenderal Pol Raden Soemarto. Sehingga anggota Brimob Purwokerto patut berbangga diri, sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada bangsa.

“Saya sudah pensiun, tetapi selaku keluarga besar Brimob Purwokerto, saya akan terus memberikan suport sebisa mungkin yang saya lakukan,” tuturnya.

Lihat juga...