Budidaya Talas Kimpul di Lahan Terbatas Hasil Maksimal

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Kimpul atau ubi talas memiliki beragam manfaat. Tapi bagi warga di Kranggan tanaman tersebut dikenal hanya sebagai campuran sayuran ataupun hanya sekadar direbus, dibakar kemudian sebagai teman ngeteh atau ngopi saat pagi dan malam.

Kimpul setidaknya sebagai pilihan menjadi olahan primadona dalam menjaga ketahanan pangan, atau sebagai campuran.

Tanaman tersebut kecil risiko, dan kebanyakan petani perkotaan di lahan terbatas sengaja menanam sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Karena banyak dicari sebagai menu campuran saat berbuka puasa.

“Talas kimpul, memiliki waktu lama untuk panen. Di Bekasi biasa sebagai campuran sayur asam, dibuat uli atau lainnya. Biasanya kami tanam disesuaikan hitungannya pas panen memasuki bulan Ramadan,” ujar Amat petani budidaya talas kimpul di Kranggan kepada Cendana News, Senin (16/11/2020).

Amat dan warga lainnya, memanfaatkan lahan milik pengembang untuk ditanami berbagai tanaman cepat panen. Ia mengaku memilih budidaya ubi talas kimpul yang memiliki daun lebar, karena harganya stabil, perawatan mudah dan kecil risiko.

Dikatakan, ubi talas kimpul dari awal tanam mulai dari biji hingga memasuki masa panen memiliki waktu 7 bulan agar maksimal. Jika ingin lebih pun tak soal, makin bertambah maka umbinya kian bagus. Tapi rata rata 7 bulan bisa dipanen.

Untuk perawatan pun sangat mudah hanya dengan pupuk kandang. Ubi kimpul jelas amat minim risiko, dan satu rumpun ubi kimpul biasanya mengeluarkan ubi mencapai 1,5 kilogram atau lebih.

“Ubi talas kimpul, kami sebut kimpul aja. Bibit dari biji persatu kilogram mencapai Rp15 ribu. Satu kilo bibit bisa ditanam pada 20 lobang,” jelas Amat, tapi perawatan harus rutin seperti membersihkan rumput.

Menurutnya saat bulan suci Ramadan, ubi kimpul banyak di cari. Sehingga harganya pun bisa lebih tinggi dibanding biasanya yang hanya Rp7 ribu/kg di tingkat pengepul. Jika harga ketengan 1 kilogram bisa mencapai Rp12 ribu.

Bagi orang Kranggan, jelasnya umbi kimpul biasanya sebagai campuran sayur asem, begitupun daunnya bisa dimanfaatkan sebagai sayuran. Sebagai bahan makanan, umbi dapat diolah dengan berbagai cara, direbus, dibakar. Artinya dulu bisa sebagai pengganti makanan beras.

Selain rasanya gurih dan lezat, tanaman berdaun lebar serupa dengan talas ini rendah karbohidrat dan rendah lemak. Dengan demikian rendah pula kandungan glukosa nya sehingga cocok bagi penderita diabetes mellitus.

Diketahui kimpul memiliki kandungan gizi yang cocok untuk penderita penyakit degeneratif lainnya seperti jantung, osteoporosis dan hipertensi.

“Tanaman saya ada 300 jeblok (lobang), kali kan saja satu lobang rata-rata 1,5 kilogram berapa nanti hasilnya,” ungkapnya.

Di sela tanaman ubi kimpul, Amat membudidayakan tanaman lainnya seperti lengkuas. Ataupun jenis sayuran untuk menambah penghasilan. Saat ini usia talas Pak Amat baru dua bulanan diperkirakan saat Ramadan akan panen.

Lihat juga...