Bunga Telang, Si Biru nan Kaya Manfaat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Siapa sangka bunga telang, yang selama ini hanya menjadi penghias pekarangan rumah, memiliki beragam manfaat. Warna biru dari bunga, dapat digunakan sebagai pewarna alami hingga teh bunga yang bagus untuk kesehatan tubuh.

Petugas kebun UFC Dispertan Kota Semarang, Wahyudi, menunjukkan teh bunga telang, saat ditemui di kantor tersebut, Semarang, Senin (30/11/2020). Foto Arixc Ardana

Beragam manfaat dan potensi ekonomi dari tanaman bernama ilmiah clitoria ternatea atau asian pigeon wings tersebut, menjadikannya layak untuk dibudidayakan.

“Budidaya bunga telang dapat dilakukan dengan persemaian biji, kalau mau lebih mudah, bisa langsung membeli bibit yang sudah tumbuh. Namun pada dasarnya, budidaya tanaman ini mudah,” papar petugas kebun Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyudi, saat ditemui di UFC Semarang, Senin (30/11/2020).

Dipaparkan, bunga tersebut dapat tumbuh subur di pekarangan rumah, atau menggunakan media tanam di polybag. “Syaratnya hampir sama dengan tanaman lainnya, cukup sinar matahari, penyiraman dan pemupukkan. Bunga ini pun bisa tumbuh setiap waktu tanpa mengenal musim,” terangnya.

Wahyu menjelaskan, untuk penanaman menggunakan biji, bisa dilakukan persemaian terlebih dulu. “Gunakan biji bunga yang berkualitas, caranya rendam dalam wadah berisi air. Jika ada yang mengapung, tandanya tidak bagus. Jangan digunakan,” terangnya.

Setelah muncul kecambah, dan berdaun 3 -5 helai, bibit bisa dilakukan pindah tanam ke polybag atau tanah pertanian, maupun pekarangan rumah. Pertumbuhan paling bagus di bawah sinar matahari penuh, sebab habitat aslinya merupakan tumbuhan tropika dataran rendah lembab.

“Kelopak bunga telang umumnya mulai muncul setelah umur kurang lebih 1,5 bulan setelah tanam. Selain kelopak bunga, tanaman juga akan menghasilkan biji pada usia 110-150 hari, yang bisa digunakan lagi untuk pembibitan. Jadi, perkembangannya termasuk cepat,” tambah Wahyu.

Dari sisi manfaat, ada beragam kegunaan. Dijelaskan, bunga telang bisa digunakan sebagai pewarna alami makanan. Termasuk untuk pewarna nasi, dan bahan pangan lainnya. “Jadi misalnya mau masak nasi kekinian, untuk lomba atau dijual agar menarik, bisa mencampurnya dengan bunga telang, sehingga bisa berwarna biru,” ungkapnya.

Demikian juga untuk teh. Caranya pun mudah, bunga telang segar dijemur hingga kering. Selanjutnya, diseduh dengan air panas, layaknya membuat teh.

“Sudah ada yang memproduksi dari Sekolah Berkebun Ceria (SBC). Caranya mudah tinggal masukkan bunga telang kering, kemudian diberi air panas, tunggu hingga air berubah warna. Untuk menambah rasa, bisa ditambahkan gula pasir, madu, sereh atau bahan lain sesuai selera,” terangnya.

Kandungan vitamin C, vitamin A, antosianin, antioksidan, dan senyawa lainnya, dipercaya memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh.

Sementara, Yunanto, salah seorang warga yang ditemui di UFC Semarang, mengaku tertarik dengan budidaya bunga telang.

“Ternyata kalau mau budidaya sendiri cukup mudah. Selain bisa menjadi tanaman hias, bunga ini juga bisa dimanfaatkan. Di UFC Semarang juga menjual bibit bunga telang, untuk dibudidayakan,” terangnya.

Diakuinya, dengan karakteristik bunga telang yang relatif mudah dalam perawatannya, termasuk tidak membutuhkan lahan luas, bisa menggunakan polybag, dinilai cocok sebagai ditanam di wilayah perkotaan.

“Saya mau mencoba menanam, mudah-mudahan berhasil tumbuh dengan baik,” pungkasnya.

Lihat juga...