Bupati Flotim: Siswa Kreatif Jika Gurunya Kreatif

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Peluncuran 5 buku karya siswa, guru dan kepala sekolah SMPN1 Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat apresiasi dari berbgai pihak termasuk Bupati Flores Timur (Flotim).

Guru SMPN1 Lewolema,Desa Painapang, Kabupaten Flores Timur, NTT, Maksimus Masan Kian saat ditanyai, Kamis (26/11/2020). Foto : Ebed de Rosary

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon mengatakan, siswa kreatif jika gurunya kreatif dan guru kreatif saat ruang dibuka luas oleh kepala sekolah kepada guru untuk mengekspresikan kreativitasnnya.

“Sebagai pimpinan di daerah ini, saya sangat bangga dengan prestasi yang diraih di SMPN 1 Lewolema,” sebut Bupati Flores Timur (Flotim), NTT, Antonius Gege Hadjon dalam rilis yang diterima Cendana News, Kamis (26/11/2020).

Anton, sapaannya mengatakan, dirinya mengikuti persis prestasi-prestasi yang diraih SMPN 1 Lewolema, dimana meskipun sekolah ini baru berdiri, tetapi prestasinya melebihi sekolah-sekolah lama.

Menurutnya, semua kreativitas siswa tumbuh manakala guru-guru yang bertugas pada sekolah tersebut kreatif. Tidak hanya sampai  pada guru yang kreatif, sudah tentu kepala sekolah pada sekolah tersebut memberi ruang dan kesempatan kepada guru untuk berekspresi.

“Anak-anak yang selalu diberi ruang untuk tampil serta didampingi untuk mengembangkan bakat dan potensinya, akan melahirkan kepercayaan diri yang tinggi,” ungkapnya.

Anton menegaskan, sekolah boleh di kampung, tetapi harus percaya diri dan dia meminta kepada pihak sekolah agar terus mendorong anak-anak didik untuk selalu menghasilkan karya.

Ia menegaskan, karya tidak harus besar tapi mulai dari karya-karya kecil, kelak itulah yang membesarkan.

Dirinya berharap, semua elemen sekolah, mulai dari kepala sekolah dan guru, harus terus berusaha dan berupaya memberikan pendampingan terbaik bagi peserta didik, agar mereka betah di sekolah, nyaman belajar dan meningkatkan keterampilannya .

“Sekolah menjadi tempat pembentukan karakter dan guru harus mampu meningkatkan kapasitasnya dari hari ke hari,” harapnya.

Sementara itu, Maksimus Masan Kian, pembimbing Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema di sela-sela kegiatan mengatakan, Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema terus menunjukan konsistensi dalam berkarya sebagai bagian pemantik inspirasi.

Maksi, sapaannya mengatakan, 2017, Lita Ruron, Anggota Komunitas Literasi lolos seleksi menulis hingga tingkat nasional tentang sanitasi dan dinobatkan menjadi Duta Sanitasi 2017.

“2018, untuk pertama kali memecahkan rekor siswa SMP di Kabupaten Flores Timur yang meluncurkan buku yang memiliki International Standard Book Number (ISBN) atau angka standar buku internasional,” ungkapnya.

Maksi memaparkan, 2019, Nita Ruron, Anggota Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema, meraih juara I Lomba Menulis Esai tentang kearifan lokal menjaga kelestarian lingkungan.

Dia katakan, Nita kemudian mendapat kesempatan mengikuti Festival Literasi Nasional di Jakarta dan di 2020 ini, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah SMPN 1 Lewolema yang baru, sekolah meluncurkan 5 buku yang sudah ada ISBN.

“Pamer karya?, menurut saya metode pamer memberi dampak positif dalam merangsang siapa saja, sekolah mana saja untuk juga membuka ruang yang sama kepada anak untuk berkarya. Mari bersama dukung generasi muda Flores Timur berkembang menemukan pasionnya,” harapnya.

Lihat juga...