Cara Sehat Cegah Penyakit Pencernaan dengan Teh Kombucha

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Penyakit pencernaan menjadi salah satu jenis penyakit yang kerap kita alami, yang diakibatkan infeksi kuman, atau konsumsi makanan tertentu. Untuk mencegah penyakit tersebut, selain obat kimia, ada cara tradisional yang dikenal ampuh untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Salah satunya dengan rutin mengonsumsi teh kombucha. Minuman kesehatan dengan kandungan vitamin B, antioksidan, hingga probiotik ini, dipercaya mampu melancarkan dan memulihkan fungsi alat pencernaan, hingga detoksifikasi atau membuang racun dalam tubuh.

“Teh kombucha merupakan produk minuman tradisional, hasil fermentasi larutan teh dan gula, dengan menggunakan starter mikroba kombucha atau jamur kombucha. Proses fermentasi ini bisa berlangsung sekitar dua minggu,” papar pembuat teh kombucha, Bakhtiar saat ditemui di Gunungpati Semarang, Jumat (13/11/2020).

Proses fermentasi dengan jamur kombucha, menghasilkan kandungan vitamin B, antioksidan, hingga probiotik, menjadikan teh kombucha memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, Jumat (13/11/2020). Foto: Arixc Ardana

Selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung, jamur kombucha akan memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi zat-zat bermanfaat yang ada dalam minuman tersebut, seperti asam glukuronat, asam laktat, vitamin, asam amino, antibiotik, serta zat-zat lain.

“Proses pembuatannya relatif mudah. Seperti membuat minuman teh pada umumnya, daun teh kita beri air dan direbus. Setelah mendidih, kita saring dan tunggu hingga dingin. Baru kemudian diberi jamur teh kombucha. Tutup rapat, hingga proses fermentasi selesai,” tandasnya.

Tidak hanya teh, baik teh hijau atau teh hitam, dirinya juga berkreasi dengan menghasilkan teh kombu power puree dengan menggunakan bermacam buah-buahan. Mulai dari nanas, buah naga, hingga jambu biji.

“Prosesnya hampir sama, buah-buahan ini kita blender hingga halus, kemudian diberi ragi atau jamur teh kombucha dan kita fermentasikan,” terangnya.

Rasa dari teh kombucha tersebut, cenderung asam. Hal ini dipengaruhi oleh faktor komposisi larutan teh, berupa gula residu, karbon dioksida dan asam organik yang mempengaruhi aroma dan rasa kombucha.

“Secara kesehatan minuman ini banyak memiliki manfaat, mulai dari melancarkan pencernaan, membakar kalori, membunuh bakteri dalam tubuh, hingga mengurangi risiko penyakit jantung. Namun dianjurkan untuk tidak diminum oleh bayi, anak-anak, ibu hamil, penderita diare atau asam lambung,” tandas Bakhtiar.

Sejauh ini, jika dilihat dari respon masyarakat, yang memanfaatkan teh kombucha untuk kesehatan tubuh, khususnya pencernaan, masih relatif sedikit.

“Mungkin karena ini baru diperkenalkan di masyarakat Semarang, meski sebenarnya teh kombucha sudah dikenal di kawasan Asia Timur hingga Eropa,” tambahnya.

Selain bisa membuat sendiri di rumah, teh kombucha ini juga bisa didapatkan di Kedai Hokage yang dikelola Bakhtiar di kawasan wirausaha Unnes, Gunungpati Semarang.

“Teh kombucha ini kita kemas dengan wadah kekinian, jadi selain dari segi kesehatan, juga dapat menarik pembeli, khususnya para anak muda,” terangnya.

Sementara, salah seorang warga Kota Semarang, Alfi Mahsun, memaparkan dirinya tertarik mencoba alternatif tradisional dalam pengobatan penyakit pencernaan, dengan rajin mengonsumsi teh kombucha.

“Saat awal mencoba, sempat kaget, karena saya kira rasanya manis, ternyata asam. Takarannya pun tidak langsung satu gelas, namun memakai takaran kecil atau gelas sloki. Sejauh ini, semenjak rutin mengonsumsi, saya jadi relatif jarang terkena penyakit pencernaan. Selain itu, setiap minum teh kombucha juga mata jadi melek, karena rasanya yang cukup asam,” paparnya sembari tersenyum.

Diakuinya manfaat teh kombucha untuk kesehatan, juga diketahui dari internet. “Awalnya cari-cari artikel kesehatan di internet, lalu dapat informasi mengenai teh kombucha. Kebetulan di Kedai Hokage ini ada, jadi saya sering beli di sini,” pungkasnya.

Lihat juga...