Cegah Kedaluwarsa, Produk UMKM Ditarik dari Gerai Dekranasda Lamsel

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di gerai Dekranasda Lampung Selatan (Lamsel) ditarik sementara dari ruang displai.

Suhairul, pengelola gerai Dekranasda Lamsel yang ada di terminal eksekutif anjungan agung menyebut produk yang ditarik di antaranya olahan makanan kemasan, kopi bubuk, suvenir.

Penarikan sejumlah produk UMKM sebutnya dilakukan selama pandemi Covid-19 melanda. Imbas langsung bagi sektor usaha UMKM yang menjual produk yang tidak terjual berpotensi rusak.

Penerapan sistem titip pada ruang displai yang ada menurutnya dilakukan oleh ratusan pelaku usaha. Namun akibat gerai sempat tutup selama beberapa bulan sejumlah produk tidak berkurang.

Penjualan yang stagnan tanpa ada pengurangan produk berpotensi merugikan pelaku usaha. Penarikan produk tersebut dilakukan oleh pelaku usaha, bisa menjual produknya di luar terminal eksekutif Bakauheni. Penjualan di terminal eksekutif mengalami penurunan imbas penumpang asal Sumatera ke Jawa dan sebaliknya akibat pandemi Covid-19.

“Sesuai kesepakatan antara pengelola dan pemilik produk kebijakan penarikan produk menyesuaikan tanggal expired atau kedaluwarsa yang tertera pada kemasan. Namun sebagian yang masih memiliki waktu penjualan lebih lama tetap dipertahankan,” terang Suhairul saat ditemui Cendana News di Bakauheni, Selasa (10/11/2020).

Ratusan produk UMKM yang dijual dominan merupakan kuliner hasil pelaku usaha di wilayah Lamsel. Sebagai solusi untuk tetap mengoperasikan gerai Dekranasda dijual produk kopi seduh.

Kopi seduh berasal dari produk kopi bubuk yang dihasilkan dari pelaku usaha berbasis pertanian. Sejumlah produk UMKM keripik, selai, sambal, emping tetap dijual memenuhi kebutuhan penumpang yang akan menyeberang.

Ade Eka Saputra, salah satu pelanggan menyebut sejumlah produk UMKM yang dijual memiliki tanggal kedaluwarsa. Sebagian produk UMKM sebutnya telah ditarik dari tempat displai, namun masih bisa dinikmati olehnya.

Ade Eka Saputra, memilih produk olahan keripik, kopi dan camilan hasil produksi usaha yang sebagian telah ditarik untuk menghindari kedaluwarsa, Selasa (10/11/2020) – Foto: Henk Widi

Ia bahkan masih bisa memilih kopi bubuk yang bisa diseduh untuk dinikmati pada gerai Dekranasda Lamsel. Produk olahan UMKM yang dikemas dengan baik akan menjaga kualitas produk.

“Saat ini sejumlah produk yang dijual dalam kondisi yang baik karena dibuat satu bulan lalu,” terang Ade Eka Saputra.

Kemasan produk UMKM sebut Ade Eka Saputra, menjadi cara untuk menarik konsumen. Sejumlah penumpang yang akan menyeberang ke pulau Jawa menggunakan kapal eksekutif kerap mampir untuk membeli produk oleh-oleh. Oleh-oleh produk yang kerap dibeli sebutnya berupa kopi bubuk kemasan dan keripik pisang khas Lampung.

Alvin Reka, koordinator Rumah Kreatif Bakauheni (RKB) menyebut, sebagian produk UMKM masih tetap dipertahankan. Namun sebagian produk tetap dilakukan pengecekan terkait produk yang akan dijual. Mengutamakan kualitas produk yang dijual tanggal kedaluwarsa harus diperiksa.

Sebagian produk yang mendekati kedaluwarsa sebagian ditarik menghindari kerusakan. Pencegahan barang yang rusak sebutnya dilakukan dengan mengembalikan produk milik UMKM.  Produk binaan yang dijual berasal dari sejumlah pelaku usaha yang mendapat permodalan dari bank.

Lihat juga...