Dadang: Budidaya Ikan Cupang Mudah Namun Butuh Kesabaran

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Hobi pelihara ikan cupang yang bentuk dan warnanya menarik mendorong masyarakat untuk menggeluti budidaya ikan hias ini. Salah satunya, Dadang Suherman, yang mengaku menekuni sejak awal tahun 2020 ini.

“Saya hobi ikan cupang itu cuma sekedar suka saja pelihara. Karena ikan hias ini lucu, gerak tubuhnya lincah,” kata Dadang, kepada Cendana News saat ditemui di kiosnya di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (30/11/2020).

Dengan memelihara puluhan ikan cupang di rumahnya di gang Salam, Cijantung, kemudian timbul keinginan untuk membudidayakan dengan mencoba bereksprerimen.

Setelah budidayanya sukses dan banyak pembeli, ia pun memberanikan diri merintis usaha ikan cupang ini dengan menyewa kios di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

“Awalnya, saya punya ikan cupang jenis Halfmoon, Bagan dan Serit. Beli lagi cupang Multi Color, dan lainnya, lalu coba eksperimen saja,” urainya.

Dadang mengaku mulai budidaya ikan cupang sejak awal 2020, karena melihat tingginya minat masyarakat untuk memelihara ikan hias ini.

Apalagi budidaya ikan cupang sangat mudah dapat dilakukan di mana saja tanpa harus tempat yang luas. Bisa di teras rumah, dengan menggunakan botol minum bekas dan bak plastik bekas.

“Budidaya ikan cupang ini gampang ya, tidak ribet yang penting harus sabar dan teliti, merawatnya harus telaten,” ujar pria kelahiran Garut 43 tahun, ini.

Budidaya ikan cupang diawali dengan mengawinkan ikan jantan dan betina. Namun menurutnya, perlu diperhatikan ikan jantannya yang banyak gelembung, baru kemudian digabungkan dengan ikan betina ke dalam wadah atau botol, agar terjadi proses perkawinan.

Setelah terjadi proses perkawinan, dan ikan betina mengeluarkan telur, ikan betina diangkat pindahkan ke botol.

Pemindahan ini bertujuan agar ikan betina tidak memakan telurnya sendiri.” Dua-tiga hari kan ikan itu kawin, betinanya bertelur. Nah, hari ketiganya, ikan betina angkat, pindahkan ke botol lain, agar tidak makan telurnya. Ikan jantannya biarkan saja bersama telur itu sampai menetes jadi anak ikan cupang,” urainya.

Dari satu indukan akan menetas ratusan anakan ikan cupang dengan beragam warna menarik. Namun menurutnya, dari anakan itu tidak semuanya bagus, sehingga peternak harus jeli untuk melihat dan memilihnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam waktu 4 bulan, ratusan anak ikan cupang sudah dapat di panen. Dalam seminggu bisa mengawinkan dua indukan ikan cupang saja hasil panennya bisa berlimpah.

“Potensi budidaya ikan cupang ini cukup bagus. Apalagi 2020 ini tahunnya ikan cupang, gencar dipasarkan karena peminatnya banyak. Omzet juga lumayan, sehari bisa Rp3 juta, kalau sepi Rp 1 juta. Jadi Covid-19, justru menguntungkan,” ujarnya.

Ada sekitar 12 jenis ikan Cupang hasil budidaya Dadang yang dipasarkan di kiosnya. Di antaranya, ikan cupang multicolor, yellow koi, galaxy koi, avatar, black samurai, blue rim dan lainnya.

Terkait perawatan budidaya ikan cupang menurutnya, harus memperhatikan pakan yang berkualitas, seperti kutu air. Bisa juga diberikan pakan pelet yang kaya protein.

Selain itu juga kualitas PH (Power of Hiydrogen) air harus tetap terjaga. Air dalam kolam ikan juga harus rutin diganti seminggu sekali.

“Untuk menjaga kualitas PH air, bisa dengan daun ketapang dimasukkan ke dalam kolam ikan Cupang,” ujarnya.

Dari semuanya itu, yang terpenting dalam budidaya ikan Cupang adalah harus sabar dan teliti tidak boleh menyerah.

Lihat juga...