Dampak Covid-19 Omzet Warung Cerdas Wanareja, Turun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Dalam satu bulan terakhir kasus Covid-19 mengalami peningkatan di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Cilacap. Dampak pandemi ini juga dirasakan Warung Cerdas Wanareja, Cilacap, di mana omzetnya mengalami penurunan.

Manajer KUD Utama yang mengelola Warung Cerdas di Kecamatan Wanareja, Sudaryanto, mengatakan, sebelum pandemi omzet warung cerdas dalam sehari bisa mencapai Rp26 juta bahkan terkadang lebih. Namun saat ini, omzet warung cerdas stagnan pada angka Rp24 juta per hari, terkadang kurang dari jumlah tersebut.

Manajer KUD Utama yang mengelola warung cerdas di Kecamatan Wanareja, Sudaryanto, dijumpai di Cilacap, Rabu (11/11/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Yang pasti daya beli masyarakat juga mengalami penurunan, sehingga yang tadinya barang-barang sekunder banyak dibeli, sekarang hanya barang kebutuhan pokok saja yang terbeli,” jelas Sudaryanto, Rabu (11/11/2020).

Pendapatan warung cerdas ini utamanya dari penjualan beras, gula, kopi, minyak goreng dan kebutuhan bahan pokok lainnya. Sedangkan untuk penjualan barang sekunder seperti kosmetik, kerajinan ataupun makanan camilan, secara umum mengalami penurunan.

Untuk menambah penghasilan Warung Cerdas Wanareja menyewakan lima kios yang berada di dekat warung. Kios-kios tersebut disewakan dengan harga Rp5 juta hingga Rp7 juta per tahun.

“Memang ada tambahan pemasukan dari lima kios yang kita sewakan, namun pembayarannya per tahun dan nilainya juga tidak bergitu besar, hanya Rp 5-7 juta per tahun. Karena penyewaan kios ini juga dimaksudkan untuk membantu warga sekitar yang ingin berjualan, sekaligus meramaikan area sekitar warung cerdas,” tuturnya.

Keberadaan kios-kios tersebut membuat kawasan warung cerdas semakin ramai. Untuk kios agen bus jurusan Cilacap-Jakarta misalnya, buka sejak pagi hari pukul 06.00 WIB sampai siang hari. Kemudian sore hari kembali buka pukul 17.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Salah satu penyewa kios, Udin yang membuka usaha tambal ban mengatakan, ia sangat terbantu dengan keberadaan kios di warung cerdas tersebut. Sebab, lokasinya strategis dan bengkelnya menjadi ramai.

“Bengkel menjadi ramai sejak buka di kios Warung Cerdas Wanareja dan penghasilan juga meningkat. Karena itu saya berani menyewa kios yang ukurannya besar, karena lokasinya strategis,” katanya.

Warung Cerdas Wanareja yang mulai beroperasi tahun 2018 ini, merupakan warung binaan Yayasan Damandiri. Awal pendirian warung cerdas ini mendapat bantuan pinjaman modal dari Yayasan Damandiri sebesar Rp250 juta.

Dana tersebut kemudian digunakan sebagian untuk merenovasi bangunan warung dan sisanya sebesar Rp170 juta untuk belanja barang dagangan. Pada dua bulan pertama beroperasi, omzet warung cerdas mencapai Rp30 juta per bulan.

Lihat juga...