Di Aceh Ada 225 Ribu KPM Menerima BST

Penyaluran BST dari Kemensos di Kantor Pos Curup – Foto Ant

ACEH BESAR – Sebanyak 225 ribu lebih Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Provinsi Aceh, telah menerima Bantuan Sosial Tunai (BST), dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir melalui Kantor Pos Indonesia.

BST ini merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk melindungi masyarakat yang tidak mampu selama pandemi covid-19 yang diberikan sejak April 2020 hingga Desember 2020,” kata Kabid Pemberdayaan Fakir Miskin, Fahrial, Kamis (19/11/2020).

Bantuan telah disalurkan oleh Kementrian Sosial (Kemensos), untuk bantuan mulai April hingga Juni 2020 sebesar Rp600 ribu per KPM. Kemudian di Juli hingga Desember 2020 telah disalurkan sebesar Rp300 ribu per-KPM. Adapun penyaluran tersebut dilakukan setiap bulan, melalui Kantor Pos Indonesia yang berada di setiap Kabupaten di Aceh.

Saat ini, penerima BST terbanyak terdapat di Kabupaten Aceh Utara dengan 34 ribu KPM, kemudian di susul Kabupaten Bireun dengan 20 ribu KPM. Di Banda Aceh ada 5 ribu, dan paling sedikit di Bener Meriah sekitar 2 ribu KPM.

Bansos ini hanya diterima oleh keluarga yang kurang mampu melalui data yang didapat di lapangan di desa, setiap desa ada petugas Dinsos yaitu pekerja sosial lapangan yang selalu mendata penerima layak untuk mendapatkan BST ini, jadi kami bisa melihat siapa yang layak dan yang tidak layak menerima,” katanya.

Fahrial mengatakan, untuk profesi PNS, TNI, Polisi hingga pensiunan karyawan BUMN, tidak dibenarkan menerima BST tersebut.

Kepala Kantor Pos Banda Aceh, Fendi Anjasmara mengatakan, untuk mempermudah penerima, kantor pos akan bekerjasama dengan berbagai komunitas untuk penyalurannya. Jumlah penerimanya cukup banyak, sehingga perlu bekerja sama dengan komunitas di setiap kecamatan.

Penyalurannya bisa dilakukan melalui loket pos atau loket komunitas atau loket khusus, yang disediakan di luar kantor pos. Penerima bisa mengambil bansos di kantor kelurahan atau tempat yang di rekomendasikan oleh Pemda setempat.

Untuk pencairan BST, cukup membawa tanda pengenal berupa KK atau KTP, kemudian tinggal di ambil bansos nya dikantor pos terdekat. Di tengah pandemi COVID-19 pihaknya menerapkan protokol kesehatan dan dilarang berkerumun, masyarakat yang menerima BST wajib memakai masker, dan menerapkan prokes jika hendak ke kantor pos setempat.

Dan untuk mencegah penularan COVID-19, kantor pos area Banda Aceh juga melayani pengambilan BST secara online melalui aplikasi pos giro mobile. “Untuk mencegah kerumunan karena antrian penerima, di kantor pos Banda Aceh kita jadwalkan setiap desa kita beri waktu satu jam. Karyawan pos akan melayani setiap desa yang menerima selama satu jam, jika ada masyarakat yang datang di luar waktu yang telah di tetapkan, mereka akan kita imbau nantinya supaya mereka mengetahuinya,” katanya.

Kemudian jika masyarakat mendapatkan kendala dalam penyaluran BST, penerima bisa segera melaporkan kendala tersebut ke Dinas Sosial setempat, untuk menyampaikan keluhan atau juga penerima juga bisa melaporkan melalui petugas penyuluhan di desa masing-masing. (Ant)

Lihat juga...