Di Rejang Lebong Muncul Klaster Perkantoran Penyebaran COVID-19

Sosialisasi protokol kesehatan dan program STBM yang dilakukan Dinas Kesehatan Rejang Lebong – Foto Ant

REJANG LEBONG – Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebut, penyebaran COVID-19 di daerah itu semakin meluas. Terbaru adalah, munculnya klaster tenaga kesehatan dan klaster perkantoran.

Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Rejang Lebong, Syamsir mengatakan, hingga saat ini jumlah warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 227 orang.

Dari jumlah itu, 165 orang dinyatakan telah sembuh, tiga orang meninggal dunia dan 59 orang lainnya masih dalam pengawasan. “Ada klaster masyarakat biasa, kemudian klaster tenaga kesehatan dan terbaru klaster pekantoran,” kata dia, Senin (9/11/2020).

Menurutnya, muculnya klaster pekantoran ini diketahui setelah adanya beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN), atau pegawai di sejumlah kantor atau instansi pemerintah daerah maupun pusat, dinyatakan terkonfirmasi positif terpapar COVID-19.

Guna mencegah penyebaran COVID-19, agar tidak terus meluas, masyarakat Kabupaten Rejang Lebong diimbau selalu menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, kemudian rajin mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir serta selalu menjaga jarak.

Sementara itu, data perkembangan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Rejang Lebong hingga 9 November 2020, untuk kasus baru konfirmasi positif terjadi penambahan sebanyak tujuh kasus. Bersamaan dengan hal tersebut, ada penambahan tujuh orang pasien yang dinyatakan sembuh.

Kemudian data pelaku perjalanan dari sejumlah daerah zona merah ke wilayah itu sebanyak 13.573 orang, kemudian jumlah suspek sebanyak 158 kasus, jumlah suspek discarded (sembuh) 126 kasus, jumlah suspek di isolasi ada empat kasus, dan jumlah probabel empat kasus. Sedangkan untuk sampel uji usap yang diperiksa di laboratorium sebanyak 1.498, dengan hasil dinyatakan positif sebanyak 231 sampel (empat diantaranya titipan Kabupaten Kepahiang), dan 1.267 sampel dinyatakan negatif. (Ant)

Lihat juga...