DKI Siap Selenggarakan Sekolah Tatap Muka

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, saat acara online tentang kesiapan pemerintah daerah dalam menyikapi SKB 4 Menteri, Kamis (26/11/2020). –Foto: Ranny Supusepa

JAKARTA – Berdasarkan SKB yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri, pemerintah daerah memiliki hak untuk menentukan sekolah mana yang akan menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Januari 2021.

Untuk itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan DKI Jakarta sudah mempersiapkan langkah-langkah dalam menghadapi setiap kondisi yang akan terjadi.

“Bukan hanya kurikulum saja, tapi juga terkait protokol kesehatan yang menunjang kegiatan belajar mengajar di masa pandemi. Dan kami menekankan, bahwa ini adalah masa transisi dari normal ke new normal. Tidak boleh kita melihat ini dengan euforia, bahwa sekolah akan dibuka dan akan kembali ke keadaan semula,” kata Nahdiana, dalam acara online pendidikan, Kamis (26/11/2020).

Di antaranya, adalah mempersiapkan infrastruktur masa transisi ini, di mana akan ada penyesuaian jumlah murid dalam kelas.

“Kalau dulu satu kelas bisa memuat 34 atau 36 siswa, artinya dalam ketentuan masa transisi ini tentunya harus disesuaikan dengan protokol kesehatan. Dan, bukan hanya masalah kelas, tapi juga gerakan dari remaja dan orang dewasa yang mampu berimbas pada lingkaran yang lebih besar lagi,” ucapnya.

Harmonisasi dari semua lingkungan, lanjutnya, merupakan kunci dari keberhasilan masa transisi ini.

“Harus ada kesamaan dalam menegakkan protokol kesehatan, tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah. Kesiapan orang tua yang bukan hanya mengizinkan, tapi juga memastikan anak bisa melakukan protokol kesehatan secara konsisten,” tegasnya.

Untuk jumlah sekolah yang dibuka di bulan Januari, Nahdiana menekankan, bahwa sekolah yang akan dibuka adalah sekolah yang siap.

“Yang pertama, kami meminta kepada sekolah untuk memiliki panduan protokol kesehatan KBM Tatap Muka dan mereka siap untuk menjalankan. Jadi, semuanya lewat assessment. Tidak bisa disebutkan berapa banyak, tapi kemungkinannya ada,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Suherman, SH., menyampaikan sekolah di Natuna siap dalam menjalankan KBM tatap muka. Karena sebelumnya sudah dilakukan kegiatan tatap muka.

“Dan, saya juga sudah turun ke lapangan untuk mengecek fasilitas di sekolah dan juga kedisiplinan dalam menggunakan masker. Tapi, kami tetap melakukan observasi di lapangan selama sebulan setengah ini, dan akan berkoordinasi dengan pak bupati untuk memutuskan bagaimana di bulan Januari,” ucapnya, dalam kesempatan yang sama.

Ia menjelaskan, bahwa sejak Maret hingga Juni 2020, belum ditemukan case positif Covid-19 di Natuna. Tapi karena ada ketakutan di masyarakat, maka diberlakukan KBM Online.

“Tapi pada 13 Juli, mulai diberlakukan kegiatan mengajar tatap muka. Awalnya SMP dulu, dan baru pada Agustus 2020 disusul dengan SD dan PAUD,” urainya.

Hingga 21 Oktober 2020, kegiatan belajar tatap muka tetap berlangsung hingga ditemukan case pertama di Natuna.

“Barulah, bupati mengambil sikap untuk memberlakukan belajar dari rumah. Tapi untuk SMA, memang dari awal sudah tidak ada tatap muka. Sesuai dengan wewenang provinsi,” pungkasnya.

Lihat juga...