Dosen FIK UM Dorong Peningkatan Prestasi Atlet Sepeda Kota Malang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Kota Malang selama ini menjadi salah satu barometer pembinaan balap sepeda yang cukup sukses. Terbukti, banyak prestasi berhasil diraih di berbagai ajang, di antaranya Internasional BMX banyuwangi 2018 dan 2019, 76 Indonesia 2019, GCC open 2019 serta Porprov 2019.

Ketua tim, Dr. Slamet Raharjo, S.Pd., M.Or, menjelaskan keterlibatan timnya dalam upaya peningkatan prestasi atlet sepeda kota Malang, Jumat (13/11/2020). Foto: Agus Nurchaliq

Pemberian porsi latihan yang tepat oleh pelatih, menjadi salah satu faktor penting bagi para atlet Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) kota Malang dalam meraih prestasinya.

Guna menjaga trend positif tersebut, Tim dosen Ilmu Keolahragaan (IKOR) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM), dengan keilmuannya ikut berpartisipasi mendorong peningkatan prestasi para atlet sepeda kota Malang melalui pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan selama 3 bulan.

Dalam kurun watu tersebut, tim yang diketuai Dr. Slamet Raharjo, S.Pd., M.Or, dan beranggotakan dr. Rias Gesang Kinanti M.Kes, Dr. Mahmud Yunus, M.Kes dan Ahmad Abdullah, M.Kes, terus memberikan masukan dan solusi menurut keilmuan mereka kepada palatih dan atlet terhadap permasalahan yang ada.

Ketua tim, Dr. Slamet Raharjo, S.Pd., M.Or mengatakan, pemberian program latihan yang tidak sesuai dengan dosis latihan dan kondisi tubuh atlet seperti pada latihan intensitas tinggi akan berdampak terhadap peningkatan kadar dari beberapa mediator proinflamasi di dalam serum darah, seperti peningkatan kadar sitokin proinflamasi Interleukin.

“Bahkan jika latihan yang dilakukan tidak memenuhi kaidah prinsip-prinsip latihan yang benar, latihan dan olahraga justru akan menjadikan tubuh mengalami kondisi stress,” ujarnya saat ditemui ruang kerjanya, Jumat (13/11/2020).

Karenanya, seorang pelatih tidak hanya wajib mengetahui tetapi sekaligus harus memahami tentang konsep keilmuan dari sport science dalam membuat program latihan bagi atletnya.

“Berdasarkan literatur, setidaknya ada empat komponen yang bisa digunakan sebagai pedoman dalam pemberian dosis latihan aktivitas fisik yang benar yakni Frequency, Intensity, Time dan Type (FITT),” sebutnya.

Selain program latihan yang sesuai, menurut Slamet juga dibutuhkan program pembinaan yang tepat dan baik dalam menunjang prestasi atlet, Susunan organinsasi pusat, latihan, kompetensi pelatih, sarana dan prasarana, dan fasilitas yang diberikan kepada atlet juga berpengaruh terhadap pencapaian prestasi seorang atlet, tandasnya.

Lebih lanjut, anggota tim, Dr. Mahmud Yunus, M.Kes, menuturkan, kolaborasi antara dua belah pihak dalam hal ini para dosen dengan pelatih sangat diperlukan guna mendorong sekaligus menjaga prestasi atlet ISSI kota Malang agar tetap berada di papan atas sehingga dari Malang bisa menyumbangkan atlet-atlet nasional.

“Harapannya dengan kolaborasi bisa menjadi langkah awal untuk peningkatan prestasi. Apalagi Malang memiliki sarana dan prasarana yang mumpuni, seperti velodrome trek BMX,” ucapnya.

Pembinaan atlet di Malang terus dilakukan secara berjenjang dengan jumlah atlet yang cukup banyak sehingga sangat berpotensi untuk terus didampingi supaya peningkatan prestasinya tetap bisa berjalan, pungkasnya.

Lihat juga...