DPRD Bekasi Ingatkan KBM Tatap Muka Tidak Munculkan Klaster Baru

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro di Bekasi, Kamis (26/11/2020) mengingatkan agar pemerintah daerah menyiapkan strategis semaksimal agenda KBM tatap muka agar tidak menimbulkan klaster baru Covid-19. Foto: Muhammad Amin

BEKASI — Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro, mengingatkan agar pemerintah daerah menyiapkan secara matang teknik Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka yang segera dilaksanakan pada Januari mendatang. Hal tersebut sebagai antisipasi munculnya klaster baru Covid-19 di bidang pendidikan.

“Tentunya semua berharap KBM tatap muka tidak memunculkan klaster baru. Karena itu memang berisiko, sehingga tim Satgas diminta memaparkan kondisi aktualnya,” ungkap Chairoman, dikonfirmasi di Bekasi, Kamis (26/11/2020).

Terkait aktivitas di tengah Pandemi Covid-19 dikatakan kewenangannya berada di tim Satgas, dalam hal ini Ketua Satgas yang juga sebagai kepala daerah untuk menggelar kegiatan tertentu termasuk dalam KBM tatap muka.

Menurutnya, dewan hanya akan memberi pengawasan terkait kesiapan di lapangan meliputi standar operasional prosedur (SOP) pengawasan Pemda, sarana pendukungnya, termasuk pemantau monitoring nantinya setelah pelaksanaan.

“Satu hal yang harus disampaikan bahwa saat, rapat koordinasi dengan Sekda Pemprov Jabar diketahui, bahwa Kota Bekasi nomor satu kinerja se-Jabar dalam penanganan Covid-19. Artinya pemerintah daerah cukup maksimal dalam melakukan pemantauan di lapangan,” ungkap Chairoman mengaku yang baik tentunya harus diapresiasi.

Harus dipahami lanjutnya, bahwa dalam penanganan Covid-19 sendiri tidak pada warna zona seperti merah atau hitam. Tapi lebih kepada upaya yang dilakukan dalam penanggulangan, dalam hal ini Kota Bekasi mendapat peringkat pertama.

“Hal tersebut tentunya menunjukkan bahwa Kota Bekasi dipandang mampu menekan angka penularan Covid-19, melalui kinerja tim Satgas dengan beragam programnya,”jelas dia.

Terkait KBM Tatap Muka, Chairoman berharap Wali Kota Bekasi selaku ketua Satgas bisa mempersiapkan semaksimal mungkin langkah yang dilakukan. Karena hal itu akan keberlanjutan dari KBM itu sendiri kedepannya.

“Saya yakin sebelum semua berjalan Wali Kota akan berkoordinasi dengan Gubernur dan Kementerian Pendidikan tentunya dalam hal persiapan. Kami dewan tetap mengawas dan mendukungnya agar tidak terjadi penularan secara massif,” pungkas dia.

Ketua Tata Kelola TWUP4, Harus Budiyono, terpisah menyampaikan bahwa teknis dalam penerapan KBM tatap muka sudah di bahas bersama dengan Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu dan menghasilkan dua konsep dalam penerapannya.

Pertama simulasi KBM tatap muka akan digelar secara terbatas terlebih dulu atau tidak semua sekolah langsung dilibatkan. Kedua adapatasi tatanan hidup baru (ATHB) di sekolah. Konsep tersebut akan di mulai di awal semester genap atau pada Januari 2021 nanti.

Menurutnya konsep pertama dilaksanakan selama empat hari dalam satu Minggu, dimana setiap satu sekolah akan dilakukan tiga rombel. Konsep tersebut akan langsung diawasi oleh Disdik dan konsep kedua diawasi langsung oleh Lembaga sekolah.

Lihat juga...