Gula Kelapa Purbalingga Suplai 11 Perusahaan Eksportir

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURBALINGGA — Gula kelapa produksi Kabupaten Purbalingga selama ini menyuplai 11 perusahaan eksportir. Lima di antara perusahaan tersebut merupakan perusahaan lokal Purbalingga dan yang lainnya dari luar daerah.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam mengatakan, peluang tersebut menjadikan gula kelapa produksi Purbalingga semakin luas pemasarannya dan juga meningkatkan produksi. Beberapa negara yang menjadi tujuan eksport yaitu Amerika, Jepang, Polandia, Eropa, Malaysia serta Yunani.

“Ini sesuatu yang membanggakan bagi kita, karena gula kepala Purbalingga sampai ke pasar luar negeri. Terlebih ada lima perusahaan lokal yang menjadi eksportir, yaitu CV Bunga Palm, KUB Central Agro Lestari , Koperasi Berkah Mandiri , KUB Sumber Rejeki dan UD Brayan,” kata Mukodam, Jumat (6/11/2020).

Lebih lanjut Mukodam menjelaskan, dari hasil pantauan harga gula kelapa saat ini terbilang tinggi, yaitu untuk gula kelapa cetak seharga Rp 11.000 hingga Rp 12.500 per kilogram, gula kristal organik kisaran harga Rp 14.500 – Rp 16.500 per kilogram dan gula kelapa kristal organik yang sudah bersertifikasi seharga mencapai Rp 18.000 – Rp 20.000 per kilogram.

“Usaha gula kelapa merupakan usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga harus mengedepankan kemitraan,” tuturnya.

Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana mengatakan, harus ada keseimbangan kesejahteraan bagi para penderes yang menjadi ujung tombak produksi gula kelapa. Karenanya, ia berharap para pengepul gula kelapa dapat memberikan asuransi BPJS ketenagakerjaan untuk menjamin hari tua para penderes. Sebab, resiko penderes sangat besar, yaitu kecelakaan jatuh dari pohon kelapa.

“Saat gula kelapa produksi kita sudah mencapai pasar eksport, maka para penderes juga harus sejahtera, saya berharap mereka bisa diberikan jaminan asuransi ketenagakerjaan untuk hari tua mereka,” kata Sarwa Pramana usai launching eksport perdana gula kelapa kristal organik ke Malaysia di CV Bunga Palm, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga.

Ia mengatakan, sebagai alternatif, iuran BPJS ketenagakerjaan bisa dibagi dua antara penderes dengan pengepul, sehingga lebih ringan. Jaminan hari tua ini penting, sebab sebagaimana diketahui kecelakaan kerja yang dialami penderes seringkali berdampak fatal, mulai dari mengalami kecacatan hingga meninggal dunia.

“Saya rasa ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pertanian, untuk membuat para penderes bisa safety dengan sabuk pengaman, agar kecelakaan dapat diminimalisir,” katanya.

Sementara itu, Direktur CV Bunga Palm, Ir Gunarto menuturkan, saat ini perusahaannya mendapatkan kontrak permintaan dari Malaysia sebanyak 20 Ton per bulan selama 3 tahun dan juga rutin mengirim 150 ton untuk permintaan perusahaan lain.

Lihat juga...