Gurih Pedas Stik Mendol Kota Malang

Editor: Koko Triarko

MALANG – Stik Mendol menjadi salah satu makanan ringan yang layak untuk dicoba saat berkunjung ke sentra industri tempe dan keripik tempe di kampung Sanan, kelurahan Purwantoro, Blimbing, Kota Malang. Cita rasanya yang gurih dan pedas, menjadi daya tarik tersendiri dari jajanan berbahan dasar tempe dan tepung ini. 

Adalah Anik Purnimawati (53) yang kini mulai mengembangkan usaha stik Mendol usai mengikuti pelatihan. Anik menceritakan untuk menambah pendapatan keluarganya, setiap hari raya ia memang sudah terbiasa membuat cemilan stik bawang. Namun pada saat itu, ia ingin membuat sesuatu yang berbeda, yaitu dengan membuat stik mendol. Beberapa kali percobaan Anik lakukan untuk mendapatkan hasil stik mendol sesuai harapan.

Anik Purnimawati, menunjukkan produk stik mendol buatannya, di rumahnya, Sabtu (7/11/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

“Pertama saya hanya memakai tepung dan bumbu mendol, tanpa menggunakan tempe. Tapi, ternyata hasil tidak sesuai harapan karena tidak terasa seperti mendol aslinya,” tuturnya kepada Cendana News, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (7/11/2020).

Kemudian, Anik mencoba membuat lagi, tapi kali ini dengan menggunakan campuran tepung, bumbu mendol, dan tempe. Supaya hasilnya bagus, tempe yang dipakai harus dalam kondisi yang masih fresh, bukan tempe yang sudah dikukus. Karena jika memakai tempe yang sudah dikukus akan mempengaruhi warna dari hasil penggorengan yang akan lebih terlihat cepat kecoklatan, meskipun belum benar-benar matang.

Lebih lanjut Anik menyebutkan, ada beberapa bahan yang harus disiapkan untuk membuat satu resep stik mendol, yakni 2 kilogram tepung terigu, 500 gram tepung maizena, 2 buah telur, mentega dan bumbu mendol yang terdiri dari rempah-rempah, daun jeruk purut, laos, bawang putih, kencur, cabai rawit.

“Pertama kali membuat hanya memakai tepung terigu saja, tapi ternyata kurang renyah. Kemudian saya kasih tepung kanji maizena, telur dan mentega supaya renyah. Kalau bumbunya tetap sama seperti membuat mendol biasa, tapi lebih dibanyakin kencur,” sebutnya.

Agar pedasnya lebih terasa, ia hanya memakai cabai rawit kecil tanpa cabai besar. Sedangkan untuk tempenya, menurut Anik sebaiknya cukup diparut saja, tidak perlu ditumbuk supaya hasilnya tidak terlalu lembut yang justru akan menghilangkan rasa dari tempe.

“Campur semua bahan-bahan tersebut dengan tempe, baru kemudian digiling secara manual,” terangnya

Disampaikan Anik, ada dua kali proses penggilingan. Pertama untuk menghaluskan dan menipiskan, setelah itu baru dipindah ke gilingan ke dua, agar berbentuk panjang-panjang dan dipotong dengan ukuran yang sama.

“Setelah itu baru digoreng untuk kemudian dikemas. Biasanya satu resep stik mendol bisa menghasilkan 37 bungkus dalam kemasan 1 ons, dan bisa tahan kurang lebih 2 bulan. Harganya mulai dari Rp4.000 untuk kemasan kecil dan Rp7.000 untuk kemasan yang besar,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan sekaligus tetangga, Trinil, mengaku kerap membeli stik mendol buatan Anik karena rasanya yang gurih pedas.

“Kalau beli tidak cukup hanya 1-2 bungkus saja, karena bisa dijadikan cemilan sehari-hari di rumah. Kalau yang beli di sini jarang yang hanya pesan sedikit, tapi belinya langsung banyak, karena biasanya untuk dijual kembali,” tandasnya.

Lihat juga...