Guru Honorer 35 Tahun Plus, Adukan Nasibnya ke Pemprov Sumbar

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Para guru honorer yang tergabung dalam Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non-Kategori 35 Tahun ke Atas (GTKHNK 35+) mengadukan nasibnya ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Mereka mengadukan nasib yang tak kunjung diangkat jadi pegawai negeri padahal usia sudah di atas angka 35 tahun. Keinginan mereka untuk jadi pegawai negeri seakan berada di titik pesimis.

Ketua GTKHNK 35+ Provinsi Sumatera Barat, Refdha Mulyani, S. Pd mengatakan, persoalan guru honorer itu bukanlah sebuah hal yang baru diperbincangkan. Mungkin saja ada  ribuan guru honorer yang telah mengabdi cukup lama, tapi tidak kunjung menjadi pegawai negeri.

“Usia kami sudah lebih dari 35 tahun ini. Dengan usia seperti ini, untuk jadi honorer K2 sudah tidak masuk lagi. Apalagi mau jadi guru PNS, sudah lewat dari umur,” katanya, Kamis (5/11/2020).

Melihat usia yang tidak memungkinkan lagi, tapi para guru honorer ini tetap meminta kepada pemerintah agar nasib mereka juga perlu diperhatikan, seperti halnya soal kesejahteraan.

“Kami telah menemui Gubernur Irwan Prayitno, dan dari cara menyambut kami pak gubernur memberikan respon yang baik,” ujarnya.

Para guru honorer ini berharap, tidak hanya sekadar sambutan yang hangat dan respon yang baik saja dari Pemprov Sumatera Barat saja, tapi diminta juga keseriusan pemerintah untuk menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan oleh para guru honorer tersebut.

“Waktu menemui gubernur, kami ada datang sekitar puluhan orang, sebagai perwakilan para guru honorer di Sumatera Barat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan pada prinsipnya pemprov memberikan dukungan dan memperjuangkan agar guru honorer bisa jadi PNS. Hanya saja pemprov belum bisa menindaklanjutinya, karena permintaan dari guru honorer itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Soal itu adalah kebijakan pemerintah pusat dan bukan dari pemprov. Tapi saya mendukung adanya keinginan mereka agar dijadikan PNS,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan Pemprov Sumatera Barat, Gubernur berjanji akan menyurati Presiden Joko Widodo agar harapan guru honorer dapat diperhatikan, seperti yang diharapkan yakni menjadi PNS.

Irwan Prayitno mengakui keberadaan guru honorer di dunia pendidikan di Sumatera Barat sangat dibutuhkan. Karena mereka bekerja dan mengabdi tersebar hingga ke pelosok negeri.

“Jadi apa yang diharapkan oleh mereka, memang sudah selayaknya untuk diwujudkan,” sebut Irwan Prayitno.

Dikatakannya perlu ada keprihatinan lebih dari pemerintah kepada tenaga pendidik yang sudah lama mengabdikan dirinya bagi negara, tetapi masih berstatus honorer bukan pegawai negeri sipil

“Di Sumatera Barat ada ribuan guru honorer yang mengajar di SMA. Artinya mengingat kebijakan ada di pusat, saya berharap ada angin segar bagi para guru honorer tersebut,” jelas Irwan.

Lihat juga...