Hamim Kenalkan Genset Pangan, Metode Baru Pertanian Perkotaan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Fahrozi Hamim, selama dua tahun terakhir fokus melakukan uji coba penanaman holtikultura di landasan yang sepertinya tidak mungkin untuk ditumbuhi, seperti di atas aspal, beton, media corran, paving blok, dan diatas dak bangunan tertentu.

Metode tersebut dia namakan Genset Pangan. Genset merupakan mesin penggerak, tapi makna lebih lagi oleh Hamim, dikonotasikan sebagai Generasi Milenial Tani atau Genset Pangan. Harapannya agar pertanian lebih banyak menjadi daya tarik generasi muda di perkotaan.

Dia menilai krisis atau kedaulatan pangan, itu terkait erat satu sama lainnya seperti keberadaan lahan sendiri, kedua, produktivitas lahan.

“Tapi tak kalah penting krisis pangan itu dari pelaku atau pada krisis pelaku pertanian. Ada areal produktif yang jauh lebih diproduktifkan. Tapi semua butuh subjek dalam hal ini petani. Pertanyaannya krisis pangan ini pilar nya ada di petani apa bukan?,” ucapnya, kepada Cendana News, Senin (23/11/2020)

Semua mengetahuinya lahan di Indonesia masih luas, tapi yang terjadi saat ini krisis pada pelaku pertanian. Dengan metode Genset Pangan Hamim, ingin mengajak semua warga untuk bertani di atas lahan terbatas seperti pekarangan rumah atau lainnya.

“Saya mencoba memfokuskan caranya membuat suatu media tumbuh tanam yang punya daya dukung terhadap lingkungan notabene bukan lingkungan umum orang bertani artinya di atas aspal orang taunya bukan media tanam seperti tanah, tapi bagaimana caranya bisa produksi,” jelas Hamim.

Dia berharap melalui uji coba yang telah dilakukan bisa menginspirasi generasi petani muda untuk digerakkan bahwa petani tidak harus kotor dan sulit menerapkan dengan melalui media aktif bisa dibuat dimana saja.

Menurutnya urban farming di Kota Bekasi dengan metodelogi baru menggunakan kompos aktif yang terapannya itu bisa di atas aspal, bata, beton corcoran. Hal tersebut tentunya dalam rangka mensukseskan program pemerintah dalam hal ketahanan pangan melalui metodelogi kompos aktif untuk mendukung lingkungan.

Metode tanam tersebut jelasnya harusnya bisa jadi program pemerintah dengan memulai di konstruksi yang indah agar dipadukan menjadi tanaman hias pada taman kota dalam membangun satu rangka bangunan yang menarik, kesan bisa membuat Instagramable, bisa foto di rangkanya.

“Dalam implementasinya daerah punya taman kota, tempat jogging track. Itu bisa jadi contoh bagi warganya notabene kota tidak punya tanah tapi. Setiap warga punya halaman yang sudah di cor dipaving. Tetapi tetap bisa berproduksi,” paparnya.

Dia juga berharap pimpinan daerah di Indonesia, terutama wilayah taman kota tidak diisi dengan tanaman hias, tapi sekaligus bisa berproduksi notabenenya untuk ketahanan pangan semuanya.

Saat ini Pak Hami, dibantu lima tim menyewa lahan eks Pabrik kertas KBT di Kawasan Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara seluas dua hektar. Tapi baru dikelola baru 3000 meter persegi dengan dibagi seribu meter berbasis tanah dan 2000 berbasis aspal.

“Ini lahan eks pabrik, banyak berbasis aspal kami coba kembangkan dengan media tumbuh tanam berbagai macam tanaman tapi utama holtikultura, seperti bawang timun, cabai terong kangkung bayam, bahkan dari media aktif, lainnya seperti strawberry, vanili juga bisa tumbuh normal, di atas media aktif,” pungkasnya.

Lihat juga...