Hanya Enam Guru Berstatus ASN di SMPN1 Titehena Flores Timur

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Banyak guru yang mengajar di sekolah negeri di Kabupaten Flotres Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyandang status guru honor bukan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala sekolah SMPN1 Titehena, Desa Lewolaga, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT, Fransiskus Dollu saat ditanyai, Rabu (18/11/2020). Foto : Ebed de Rosary

Dengan berstatus guru honor maka pembayaran selaku tenaga pendidik dan tenaga administrasi di sekolah hanya mendapatkan gaji dengan mengandalkan uang komite dari orang tua murid.

“Kami ada 23 guru dan 5 orang tenaga administrasi namun hanya hanya 6 orang berstatus ASN,” sebut Kepala Sekolah SMPN1 Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT, Fransiskus Dollu, saat ditanyai Cendana News, Rabu (18/11/2020).

Frando sapaannya menyebutkan, untuk bisa membayar honor guru dan tenaga administrasi sesuai Upah Minimum Regional (UMR), pihak sekolah mengandalkan pemasukan dari uang komite yang dibayar orang tua murid.

Selain itu tambahnya, pihak sekolah juga bekerjasama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Flores Timur hingga ke Kementrian Kelautan dan Perikanan agar bisa mendapatkan dana tambahan membayar honor guru dan pegawai.

“Kami harus menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga baik di kabupaten hingga ke pusat agar bisa mendapatkan bantuan dana.Kami juga bekerjasama dengan 9 desa di Kecamatan Titehena dalam berbagai program,” ungkapnya.

Frando mengakui sebagai kepala sekolah dirinya harus kreatif mencari sumber-sumber penghasilan bagi sekolah agar kesejahteraan para gurunya bisa terjamin dengan mendapatkan penghasilan yang layak.

Ia menyebutkan, banyak guru dan tenaga administrasi yang merupakan anak-anak muda dan mahir di bidang informasi dan teknologi sehingga bisa bekerja membuat profil desa dan mempromosikan potensi di desa melalui internet.

“Banyak potensi yang bisa digali agar sekolah bisa mendapatkan dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan sekolah.Kalau hanya mengandalkan uang komite saja tentu tidak akan cukup apalagi sekolah ini berada di kecamatan,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang staf SMPN1 Titehena, Mariatmo Lein mengaku senang bisa menjadi tenaga administrasi di sekolah ini karena sekolah ini mempunyai banyak kegiatan positif.

Menurut Atmo sapaannya, kepala sekolah sangat kreatif dengan melakukan berbagai kegiatan dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak sehingga membuat sekolah ini dikenal dan siswanya pun menjadi lebih kreatif dan inovatif.

“Saya senang bisa menjadi bagian dari sekolah ini karena selain upah yang diterima lumayan bagus, kepala sekolahnya pun kreatif dan selalu mempunyai banyak ide yang positif untuk kemajuan sekolah,” ujarnya.

Lihat juga...