Hasil Tangkapan Ikan Minim Imbas Cuaca Kurang Bersahabat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kondisi perairan barat Lampung yang masih kurang bersahabat berdampak bagi nelayan tangkap. Cuaca perairan didominasi gelombang membuat nelayan tidak melaut karena memperhitungkan faktor keselamatan.

Hendra, salah satu nelayan yang sandar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dermaga Bom, Kalianda, Lampung Selatan menyebutkan,  mendapat ikan hasil tangkapan dari bagan apung di perairan Kalianda. Menggunakan konstruksi bambu dan alat jaring berbagai jenis ikan bisa diperolehnya tanpa harus pergi melaut ke perairan yang jauh.

Ia menyebut musim ikan sedang terjadi di wilayah perairan Kalianda,namun gelombang tinggi membuat sebagian nelayan istirahat. Bagi nelayan sepertinya ia hanya menggunakan perahu jukung untuk menuju ke bagan. Bagan yang dioperasikan pada malam hari bisa diambil ikannya saat siang menjelang sore.

“Saat sore proses pelelangan ikan di TPI dermaga Bom berlangsung sehingga nelayan bisa ikut lelang untuk dijual kepada pedagang ikan keliling, pembuat ikan asin serta pemilik usaha kuliner menyesuaikan jenis ikan yang diperoleh,” terang Hendra saat ditemui Cendana News, Senin (9/11/2020).

Meski masih mendapatkan hasil panen, Hendra menyebut alami penurunan. Dalam kondisi cuaca bersahabat ia masih bisa mendapatkan sebanyak 10 cekeng ikan masing masing seberat 15 kilogram. Imbas cuaca buruk ia hanya mendapat angkatan atau hasil tangkapan sebanyak 8 cekeng.

Harga ikan di tingkat pelelangan sebutnya menyesuaikan pembeli. Jenis ikan selar, teri, tengkurungan, gabus laut dijual mulai Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

“Hasilnya masih lumayan karena saya bisa mendapatkan ratusan ribu dari penangkapan ikan memakai bagan apung,” bebernya.

Nelayan lain dengan perahu kasko, Lukman mengaku sementara istirahat melaut. Normalnya ia melaut di perairan pulau Legundi dan gugusan kepulauan Krakatau. Hanya perahu tangkap yang berukuran lebih dari 15 GT tetap berangkat melaut.

Takyas salah satu petugas di TPI dermaga Bom Kalianda, Lampung Selatan mengumpulkan ikan hasil lelangan, Senin (9/11/2020). Foto: Henk Widi

Sementara istirahat sejumlah nelayan memilih ngebabang atau pulang kampung. Ia memilih tetap bertahan di perahu yang ditambatkan sembari memperbaiki jaring. Proses perbaikan jaring dilakukan agar saat kondisi cuaca normal ia masih bisa melaut.

Takyas, petugas TPI dermaga Bom Kalianda menyebut kelangkaan ikan terjadi imbas nelayan jarang melaut. Harga ikan laut mengalami kenaikan rata rata Rp5.000 hingga Rp10.000 perkilogram. Kenaikan harga ikan mengikuti hukum ekonomi sebab pasokan ikan lebih sedikit daripada permintaan.

“Saat kondisi cuaca membaik dalam satu hari dua kali pelelangan pada pagi dan sore hari, ikan tangkapan bisa mencapai satu ton,” bebernya.

Rusmin, pembuat ikan asin mengaku bahan baku yang berkurang membuat ia memproduksi dalam jumlah terbatas. Ikan laut untuk bahan ikan asin meliputi selar, simba kecil, petek dan pepirik

Lihat juga...