Hindari Pencemaran, Ubah Minyak Jelantah jadi Sumber Penghasilan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Karang Taruna (Katar) Kelurahan Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengubah limbah minyak jelantah yang sudah hitam jadi sumber penghasilan dengan cara menampung  dari warga sekitarnya.

Kreativitas pemuda setempat dilakukan dengan sistem bank sampah. Warga disarankan membuat tempat khusus untuk menampung minyak goreng bekas di rumahnya. Kemudian dibeli oleh Karang Taruna Jatibening Rp3.000/kilogram.

“Ini juga salah satu jawaban keprihatinan dengan kondisi lingkungan. Banyak masyarakat membuang minyak jelantah di saluran-saluran air yang mengakibatkan pencemaran karena tersumbat,” ungkap Rahmat, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna, Kelurahan Jatibening kepada Cendana News, Rabu (18/11/2020).

Selain saluran air menurutnya, selama ini banyak limbah minyak jelantah dibuang ke tanah atau lainnya, hingga mengakibatkan kesuburan tanah berkurang. Dikhawatirkan bisa mengganggu lingkungan akibat limbah minyak bekas tersebut.

Menurutnya, apa yang dilaksanakan Katar Jetibening, selain sebagai upaya menjaga lingkungan dari limbah minyak jelantah, juga bentuk program ekonomi kreatif dalam menciptakan individu mandiri, inovasi bagi pemuda yang tergabung di Karang Taruna.

“Kebetulan ada teman saya pelaku Bank Sampah di DKI Jakarta dan sudah bekerja sama dengan salah satu eksportir bahan baku bio solar (minyak jelantah). Dengan alasan tersebut, saya mengajak Karang Taruna bergerak menjadikan minyak jelantah bernilai baik untuk masyarakat yang mengumpulkan maupun Karang Taruna sebagai penggerak,” ujar Rahmat.

Melalui program menampung minyak jelantah, Karang Taruna Kelurahan Jatibening juga memberikan solusi penghasilan tambahan untuk masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, kami sudah bekerja sama dengan beberapa pelaku usaha seperti rumah makan, katering dan pedagang gorengan atau lainnya di pinggir jalan untuk menampung minyak bekas mereka ke Karang Taruna,” tukasnya.

Apresiasi pun diberikan oleh pengusaha muda, Nofel Saleh Hilabi, dengan mengatakan, langkah Katar Jetibening menjadi solusi perekonomian di sektor UMKM. Dia berharap, ada dukungan dan bisa dikembangkan di seluruh wilayah Kota Bekasi.

“Sekarang yang dibutuhkan adalah kreatif. Bagaimana menjaga lingkungan dengan memberi dampak positif bagi semua. Seperti ini kalau semua elemen bersatu, gotong royong, diyakini Kota Bekasi bisa menjadi kota sejahtera dan mandiri,” tegas Nofel.

Ia bahkan akan membantu kegiatan kreatif Karang Taruna untuk membangun kemandirian organisasi Karang Taruna Jatibening agar melahirkan pemuda yang peduli lingkungan juga berjiwa entrepreneur.

Lihat juga...