Husni: Buangan Orang Jadi Sumber Penghasilan Kami

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Mendorong gerobak sepanjang Jalan Yos Sudarso, Teluk Betung, Husni mengajak istri dan anak anak mencari sampah bernilai jual, mulai dari kertas, botol minuman hingga kemasan makanan.

Husni mencari rongsokan pada sejumlah lokasi dengan mengajak anak anak yang sementara tidak bersekolah. Sejumlah toko, perkantoran yang memiliki tempat sampah jadi tujuan favorit baginya. Sebab kerap menjadi lokasi pembuangan botol bekas air minum dalam kemasan dan dalam sehari ia bisa mendapat puluhan kilogram.

Jenis sampah kardus berbahan kertas akan dijual ke pengepul seharga Rp500, gelas plastik Rp500, botol air minum dalam kemasan Rp1.000. Besi bekas Rp2.500, tembaga Rp60.000 per kilogram.

“Sampah yang bernilai jual dibuang oleh pemilik karena tidak terpakai namun bagi kami atau pemulung mendapat sumber penghasilan dari menjual berbagai barang rongsokan,” terang Husni saat ditemui Cendana News, Rabu (11/11/2020).

Aktivitas mencari secara tidak langsung membantu warga di perumahan. Berbagai jenis barang yang diberikan berupa botol minuman hingga kardus. Kerap dipandang sebelah mata bagi sebagian orang pekerjaan sebagai pemulung menurutnya justru membantu menjaga kebersihan.

Lukman, pengepul sampah di Jalan RE Martadinata, Teluk Betung menyebut menerima rata rata ratusan kilogram plastik, besi dan barang lainnya. Berbagai jenis barang yang bisa didaur ulang tersebut akan dikirimkan ke wilayah Jakarta dan Banten. Sebab berbagai barang bekas yang bisa didaur ulang tersebut akan diolah menjadi barang bermanfaat.

“Berbagai jenis plastik yang didaur ulang akan dibentuk menjadi barang baru sehingga tidak mengotori lingkungan,” bebernya.

Heri, salah satu pencari rongsokan bernilai jual dengan memakai gerobak di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan Lampung Selatan, Rabu (11/11/2020). Foto: Henk Widi

Mengumpulkan sampah bernilai jual bisa memberi penghasilan. Meski demikian ia menyebut menghindari barang yang dijual hasil dari barang curian. Berbagai jenis barang yang dijual ke pabrik daur ulang akan dikirim setiap bulan. Sebab pabrik meminta kuota pengiriman bahan baku daur ulang minimal 5 ton sekali kirim.

Pekerjaan mencari sampah sebagai sumber penghasilan utama dilakoni oleh Heri. Laki laki yang menekuni pekerjaan sebagai pencari rongsokan dari sejumlah lokasi. Sepanjang Jalan Lintas Sumatera, sungai jadi lokasi baginya mendapatkan barang bernilai jual. Aktivitas pengendara membuang sampah botol plastik air minum dalam kemasan jadi sumber penghasilan baginya.

Heri juga kerap mendatangi sejumlah rumah warga, berbagai jenis sampah bernilai jual sebutnya sengaja dikumpulkan warga. Suyatinah salah satunya mengumpulkan sebagai cara untuk membersihkan lingkungan. Tanpa harus dibuang sejumlah sampah kertas dijual kepada Heri untuk dijual kembali.

Suyatinah menyebut berbagai jenis sampah plastik sebagian dimanfaatkan untuk menanam sayuran dan menjadi cara baginya untuk berhemat. Sebab selain bisa meminimalisir, ia bisa mendapat keuntungan dari menanam sayuran. Pemakaian sampah plastik dilakukan pada jenis gelas dan botol yang tidak laku terjual.

Lihat juga...