IDEAS: Vaksin Covid-19 ‘Merah Putih’ Jauh dari Harapan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Peneliti IDEAS, Fajri Azhari, pada diskusi virtual di Jakarta, belum lama ini. Foto:Sri Sugiarti.

JAKARTA — Vaksin Covid-19 buatan Indenesia yang diberi nama Vaksin Merah Putih digadang-gadang sebagai karya anak bangsa yang diproyeksi beredar pada 2021. Saat ini, vaksin tersebut sedang dikembangkan oleh beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia.

“Vaksin Covid-19 ini diperkirakan pertengahan tahun atau sekitar bulan Juni 2021 itu baru selesai. Tapi itu belum ke tahap uji kliniks,” ujar peneliti Institute for Demographic and Proverty Studies (IDEAS), Fajri Azhari , kepada Cendana News saat dihubungi Jumat (20/11/2020).

Setelah bibit vaksin dikembangkan oleh perguruan tinggi dan lembaga penelitian, baru kemudian vaksi Merah Putih ini diserahkan kepada PT Bio Farma pada 2021. Selanjutnya Bio Farma akan melakukan uji klinik tahap 1 sampai 3.

“Jadi sifatnya belum di uji ke masyarakat, apakah vaksin itu efektif dalam merangsang antibody, kemudian membuat seseorang menjadi kebal atau terlindungi oleh vaksin-vaksin tersebut. Itu masih dalam uji coba,” ungkap Fajri.

Sehingga menurutnya, vaksin Merah Putih ini masih dari jauh dari harapan untuk dapat digunakan dalam penanganan Covid-19.

“Alih-alih Indonesia sudah memprediksi bahwa vaksin Merah Putih ini bisa digunakan, tapi nyatanya masih jauh dari harapan,” tukasnya.

Karena menurutnya, beberapa negara dalam memproduksi vaksin Covid-19 tersebut, sangat didukung oleh kemajuan dan kecanggihan teknologinya.

Sedangkan Indonesia yang heboh adalah lebih kepada pengumumannya produksi vaksin tersebut.

“Vaksin yang saat ini dibahas pemerintah itu sangat heboh. Indonesia sangat antusias sekali, tapi masih jauh dari harapan,” ujarnya.

Karena menurutnya lagi proses produksi vaksin tersebut masih panjang. “Setelah jadi pun, itu tidak serta merta semua warga percaya dan mau untuk divaksin,” tukasnya.

Lihat juga...