Ikan Bakar Khas Padang di Kayuringin-Bekasi Banyak Diburu

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Seperti sudah menjadi ciri khas tersendiri, ikan bakar khas Padang menjadi menu khusus di setiap rumah makan Padang di Kota Bekasi, Jawa Barat. Ikan bakar kaya rempah menjadi buruan dan banyak diminati sebagai sajian utama, di samping menu khas Padang lainnya.

Menyantap ikan bakar di tengah kepungan asap di warung makan Padang kawasan Kayuringin, memiliki sensasi tersendiri. Bahkan, pembeli pun rela mengantre untuk mendapatkan ikan bakar di rumah makan ini.

Kaya bumbu rempah menjadikan ikan bakar khas Padang menjadi buruan pelanggan saat jam makan siang atau sore hari. Di samping enak, harganya pun standar.

“Ikan bakar ini terletak pada bumbu rempahnya. Makanya banyak diburu. Semua jenis ikan bisa dibakar seperti lele, bawal, atau pun nila. Tapi banyak diburu jenis nila, karena bumbu rempah meresap hingga ke daging ikannya,”kata Bang Sawir, kepada Cendana News, sambil mengipas ikan bakar, Sabtu (14/11/2020).

Menyantap ikan bakar di tempat ini bisa sambil menikmati sepotong sejarah tentang terminal bus dan angkut di Kayuringin yang kini sudah tidak berfungsi maksimal lagi.

Menurut Sawir, pelanggan dari semua kalangan.  Menu ikan bakar tersebut lazimnya sama dengan ikan bakar khas Padang umumnya. Tapi pengolahan berbeda, karena di tempat tersebut mengutamakan ikan segar dan setiap hari pasti ikan baru.

“Mungkin itu saja pembedanya, karena diburu harga relatif murah, ikannya pun setiap hari ganti. Rempahnya hanya jahe, lengkuas, cabai merah, rawit, bawang merah dan putih, kunyit, terakhir kemiri diolah jadi satu ditambah penyedap rasa,” ujar Sawir.

Rommo, pelanggan setia ikan bakar khas Padang, mengaku kepincut dengan rasanya yang khas, terutama pedas dan manisnya saat menyantap ikan bakar nila. Bumbunya meresap ke daging ikan.

“Tekstur ikan terlihat baru dan segar. Mungkin karena di sini selalu ramai, jadi ikannya tidak pernah ada yang minap. Coba saja beli jam tigaan, jangan harap ikan bakarnya masih tersisa,” ujarnya.

Dia mengaku kenal ikan bakar khas Padang, saat terminal di Kayuringin masih ramai. Sehingga, dia kerap makan dan sampai sekarang jika melintas berkendaraan sering mampir.

“Menikmati ikan bakar sambil menikmati sepotong sejarah tentang terminal Kayuringin yang sekarang tidak maksimal, hanya menjadi persinggahan bus DAMRI, dan travel saja,” ucap Rommo.

Lihat juga...