Ikan Laut Langka, Pelaku Usaha Kuliner di Lamsel Gunakan Ikan Air Tawar

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah pelaku usaha kuliner di Lampung Selatan yang terdampak berkurangnya pasokan ikan laut, memanfaatkan ikan air tawar sebagai pengganti.

Nurhasanah, pemilik warung makan Dua Puteri, menyebut meski ada stok ikan laut, ia hanya memiliki jenis tengkurungan dan kuniran. Sebelumnya, ia menyiapkan kerapu, simba dan tongkol. Untuk memenuhi kebutuhan, ia pun memilih beragam ikan air tawar sebagai pengganti.

Ia mengatakan, ikan air tawar dominan diperolah dari pemasok asal Cianjur, Jawa Barat, meliputi patin, nila, gurami dan ikan emas. Ikan air tawar kolam air deras, menurutnya memiliki keunggulan lebih bersih, warna lebih cerah dan aroma tanah lebih bisa diminimalisir.

Harga lebih murah jenis ikan air tawar, menjadi pilihan bagi pelaku usaha kuliner. Sebagai perbandingan, ikan laut per kilogram rata-rata dibeli Rp25.000 hingga Rp70.000. Sementara jenis ikan air tawar untuk usaha kuliner dibeli mulai harga Rp15.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Jenis ikan air tawar bisa diolah dengan cara dipepes, dibakar, digoreng dan pindang.

Pepes ikan patin menjadi sajian khas warung makan Daffa di Jalintim KM 2 Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (7/11/2020). -Foto: Henk Widi

“Selama musim angin kencang dan gelombang tinggi, pasokan ikan laut berkurang, kalau pun ada hanya jenis ikan tertentu hasil penangkapan dengan memancing, sebagai alternatif saya menggunakan ikan air tawar yang bisa diperoleh setiap saat,” terang Nurjanah, saat ditemui Cendana News, Sabtu (7/11/2020).

Usaha di Jalan Lintas Timur Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang, sebutnya, menyediakan menu berbagai jenis ikan. Ikan air tawar yang disiapkan jenis nila, gurami, emas dan patin kerap diolah sesuai pesanan pelanggan. Bagi penyuka kuliner ikan dengan cara dipepes, dibakar, ia telah menyediakan bumbu khas.

Menu ikan nila bumbu pedas kerap menjadi pilihan pelanggan. Olahan ikan air tawar, menurut Hasanah disajikan dengan racikan bumbu rempah. Memakai bahan bumbu kunyit, jahe, lada dan tomat, ikan nila disajikan dalam kondisi hangat. Pengolahan ikan dengan cara diungkep membuat daging bisa dipisahkan dari duri, memudahkan saat dimakan.

“Pilihan ikan air tawar selalu saya sediakan, terlebih dibeli dalam kondisi hidup, bisa saya tampung sementara di bak khusus,” cetusnya.

Pemilik usaha kuliner warung makan Daffa di Jalintim KM 2 Bakauheni juga mengalami sulitnya mendapat ikan laut. Pada kondisi normal, ia kerap memperoleh pasokan ikan laut dari tempat pelelangan ikan (TPI) Muara Piluk dan Pegantungan. Namun imbas cuaca buruk, ikan bekerek, tengkurungan, simba dan tongkol sulit diperoleh.

“Saya bisa mendapatkan ikan laut dari pengepul, namun sebagian telah diawetkan dengan es, kurang segar,” cetusnya.

Sebagai alternatif, ia memakai ikan patin, gurami, lele, emas dan nila. Olahan favorit pelanggan dari ikan air tawar berupa pindang, sop dan pepes. Olahan ikan air tawar menjadi pindang membutuhkan ikan yang minim aroma tanah. Sebab, budi daya ikan dengan kolam tanah kerap menghasilkan ikan yang beraoma tanah.

Solusi mengatasi aroma tanah dilakukan dengan mendiamkan ikan pada bak penampungan. Sebelum diolah, ikan harus dilumuri dengan cairan jeruk nipis dan jahe. Namun, ia memilih pasokan ikan dari wilayah Jawa Barat yang dibudidayakan di kolam air deras. Kondisi ikan yang bersih disukainya untuk sajian berbagai kuliner ikan air tawar.

Saat penghujan, sajian favorit pelanggan jenis pindang ikan patin dan pepes nila. Olahan ikan air tawar kerap mempergunakan bumbu rempah yang meningkatkan selera makan. Jenis ikan air tawar dipasok dari wilayah Lampung Timur. Lancarnya pasokan ikan air tawar, membuatnya bisa menyajikan dalam berbagai menu. Setiap menu ikan air tawar dalam berbagai olahan dijual mulai harga Rp15. 000 hingga Rp20.000 per porsi.

Lihat juga...