Ini Kunci Keberhasilan Pertanian Hidroponik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Pertanian hidroponik menjadi salah satu metode yang dipilih untuk bercocok tanam di lahan yang terbatas. Khususnya di wilayah perkotaan.

Selain tidak membutuhkan lahan, hidroponik juga meminimalisir penggunaan tanah. Di satu sisi, ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan, agar pertanian hidroponik dapat berhasil.

“Pada prinsipnya, meski tidak menggunakan tanah sebagai media tumbuh, namun tanaman tetap membutuhkan mineral dan nutrisi. Dalam hidroponik, kebutuhan pertumbuhan tanaman seperti mineral dan nutrisi dapat diganti menggunakan media arang sekam atau pupuk cair,” papar Koordinator Petugas Agrowisata Purwosari, sekaligus instruktur pertanian hidroponik, Agus Prasetyo, saat ditemui di agrowisata tersebut, Senin (9/11/2020).

Proses penyemaian bibit, menjadi salah satu kunci keberhasilan pertanian hidroponik,  Senin (9/11/2020). Foto: Arixc Ardana

Agar lebih maksimal, budi daya hidroponik sebaiknya juga harus terlindung dari hama. Caranya dengan menempatkan dalam ruangan khusus atau green house atau bangunan dengan naungan plastik Ultra Violet (UV).

“Jika tidak ada, tetap bisa ditaruh di teras atau ruang terbuka lainnya, namun harus diawasi agar tidak dihinggapi serangga atau hama lainnya,” tambahnya.

Perlu juga diperhatikan dalam proses pembibitan, mulai dari pemilihan benih, penyemaian hingga pindah media tanam ke metode hidroponik.

“Pilih biji tanaman yang sehat dan bagus, agar hasilnya bisa maksimal. Caranya bisa merendam biji tersebut, jika tenggelam, artinya bibit tersebut bagus dan layak disemaikan,” lanjut Agus.

Beberapa jenis tanaman yang sudah dikembangkan menggunakan teknik hidroponik adalah antara lain kangkung, sawi, selada, pakcoy, seledri, pagoda, bayam merah, bayam hijau dan lainnya.

“Proses pemindahan bibit ke media tanam, harus menunggu hingga memiliki daun sempurna, minimal 4 helai. Ini agar bibit tidak mudah mati, saat dipindahkan,” tegasnya.

Sementara, Kepala UPTD Kebun Dispertan Kota Semarang, Juli Kurniawan, menuturkan, sistem hidroponik punya banyak keuntungan.

“Perawatan relatif mudah, proses panen juga tidak sulit, selain itu proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman lebih cepat, ” terangnya.

Selain itu, jika tanaman hidroponik untuk dijual, maka harganya juga relatif lebih tinggi, karena termasuk hasil pertanian organik.

“Jika tertarik mengembangkan pertanian ala hidroponik, masyarakat bisa datang ke Agrowisata Purwosari untuk belajar. Selain itu juga bisa datang ke Urban Farming Corner di jalan Menteri Supeno, di sana kita juga memberikan pelatihan pertanian. Masyarakat juga bisa bertanya banyak hal soal pertanian,” pungkasnya.

Lihat juga...