Inilah Lima Sektor Prioritas Turunkan Emisi Rumah Kaca

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta, mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk menurunkan emisi rumah kaca sebesar 314-398 juta ton CO2 pada 2030 melalui pengembangan energi terbarukan, pelaksanaan efisiensi energi, konservasi energi dan penerapan teknologi bersih.

Komitmen pemerintah ini tertuang dalam Amanat Undang-Undang (UU) No.16/2026 tentang Pengesahan Paris Agreement menurunkan emisi GRK sesuai NDC pada 2030.

“Pemerintah berkomitmen menurunkan emisi rumah kaca sebesar 314-398 juta ton CO2 pada 2030. Dan pencapaian 23 persen energi terbarukan sudah dijalankan,” ujar Arif, pada diskusi virtual di Jakarta, Rabu (18/11/2020)

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, pemerintah menetapkan lima sektor prioritas. Yakni sebut dia, kehutanan, lahan gambut, pertanian, energi dan transportasi, industri dan limbah, serta adaptasi perubahan iklim.

“Trennya lima sektor itu, khusus pertanian dengan membangun konsep pertanian berkelanjutan, mengurangi pemakaian pupuk kimia dan pengendalian hama terpadu,” jelasnya.

Sedangkan sektor kehutanan, sebutnya, laju penyusutan hutan terlihat semakin menurun begitu juga dengan transisi energi.

Terkait dengan lahan gambut, tambah dia, sudah lebih dari 3,47 hektar yang dipulihkan. Tutupan lahan di daerah tangkapan air DAS (Daerah Aliran Sungai) sepanjang Citarum meningkat menjadi 77,3 ribu hektare.

“Program Citarum bersih ini instruksi presiden yang terkait dengan recovery DAS Citarum,” tandasnya.

Untuk mewujudkan penurunan emisi rumah kaca, tahun 2020 Indonesia mendapatkan komitmen dari dunia internasional sebesar USD 12,1 juta dari Green Climate Fund dan USD 56 juta dari pemerintah Norwegia.

Menurutnya, pemerintah Indonesia telah membentuk satu unit Badan Layanan Umum (BLU) untuk mengelola dana lingkungan hidup.

“Diharapkan dana itu akan dipergunakan dan dimanfaatkan untuk pengendalian lingkungan hidup,” pungkasnya.

Lihat juga...