Inovasi Berdayakan Limbah Logam jadi Kerajinan Tangan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Jangan buru-buru dibuang, jika di rumah ada sepeda yang sudah rusak atau onderdil kendaraan tidak terpakai. Bisa jadi, barang-barang limbah tersebut bisa disulap menjadi robot ala film Transformer, atau kerajinan tangan lainnya.

Jika tidak percaya, coba tanyakan hal tersebut kepada Indaryanto. Di tangan warga Anjasmoro Tengah VI No 48, Semarang ini, berbagai limbah logam tersebut mampu diubah menjadi aneka kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi.

Limbah logam seperti onderdil sepeda, laker, mur, baut, bearing bekas, hingga rantai motor, mampu dirakit menyerupai robot, bel, tempat lilin, replika mobil-mobilan, replika sepeda motor, pesawat terbang, kereta api dan benda lainnya.

Berbagai produk kerajinan tangan, yang seluruhnya dibuat dari limbah logam, dari onderdil sepeda motor, seperti gir, rantai, busi, mur baut hingga kunci pas bekas, Rabu (4/11/2020). Foto: Arixc Ardana

“Untuk bisa membuat kreasi dari limbah logam ini, kuncinya imajinasi yang digabungkan dengan ketelatenan dan kesabaran. Jadilah benda-benda itu. Awalnya memang harus digambar di benak kita, apa yang akan kita buat. Ketika gambaran sudah muncul, baru kemudian dikreasi. Dicari limbah logam yang sesuai dengan gambaran kita,” paparnya, saat ditemui di Semarang, Rabu (4/11/2020).

Bapak dua anak ini mengaku, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan kerajinan tangan dari limbah logam, tidak jarang dirinya harus mencari ke pasar-pasar loak. Namun juga terkadang, ada orang yang memberinya limbah logam yang tidak terpakai untuk dimanfaatkan.

“Karena kebutuhan limbah logam cukup banyak, jadi terkadang saya sampai harus mencari dan membeli di pasar loak. Selain bervariasi logam bekas yang ada, harganya juga lebih murah. Namun terkadang ada juga pedagang yang datang ke rumah, atau bahkan dikasih gratis oleh masyarakat,”tambahnya.

Indaryanto mengaku, memulai usaha kerajinan dari limbah logam itu sejak 2009 lalu. Awalnya, ia hanya iseng memanfaatkan limbah logam yang berserakan di rumah. Dari coba-coba tersebut, ternyata karya seni dari limbah logam tersebut, mampu menarik minat masyarakat, bahkan langsung ditawar untuk dibeli.

Kini usaha yang dirintisnya sudah berkembang, termasuk memiliki galeri, Lilo Fang Fang Art & Craft , yang juga menjadi satu dengan rumah miliknya. Soal harga, bervariasi mulai dari Rp 50 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung dari tingkat kerumitan, bahan baku yang digunakan hingga ukuran produk kreasi limbah logam.

Demikian juga dalam proses pembuatannya, bisa diselesaikan dalam waktu sehari hingga berminggu-minggu, menyesuaikan dengan tingkat kerumitan dan ukuran produk.

“Permintaan paling banyak itu robot, replika motor Harley, sampai gantungan kunci. Untuk membuat beragam kreasi logam tersebut, saya menggunakan solder dan obeng,” tandasnya.

Dirinya pun mengaku akan terus menggeluti usaha yang sudah dirintis sejak 11 tahun lalu tersebut. Terlebih, dengan mengkreasikan limbah logam, tidak hanya bisa menghasilkan pundi-pundi uang, namun juga dapat mengurangi sampah logam yang tidak terpakai.

Sementara, salah satu konsumen sekaligus penggemar kreasi limbah logam, Yudistira mengaku tertarik dengan hasil kerajinan tangan yang dihasilkan Indriyanto.

“Jika dibandingkan dengan kerajinan yang lain, kreasi limbah logam ini, tidak ada duanya. Artinya, produk yang dihasilkan hanya satu. Tidak bisa dibuat lagi dengan bentuk yang sama. Misalnya kreasi robot berbentuk A, jika diminta dibuat lagi agak kesulitan karena bahan baku yang digunakan berbeda,” terangnya.

Tidak hanya itu, dengan bahan baku logam, kerajinan tangan tersebut juga relatif lebih awet dan kuat.

Lihat juga...