IOC: Kampung Atlet Harus Jadi Tempat Teraman di Tokyo

Toshiro Muto, CEO Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, terlihat menyimpan masker di sakunya menjelang konferensi pers di Tokyo, Jepang (10/6/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Area penginapan Kampung Atlet, harus menjadi tempat teraman di Tokyo, selama pelaksanaan olimpiade tahun depan. Hal tersebut teruangkap dalam pertemuan antara pejabat senior Komite Olimpiade Internasional (IOC) dengan panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Rabu (18/11/2020) waktu setempat.

Presiden IOC, Thomas Bach dan pejabat lainnya, berada di ibu kota Jepang pada minggu ini, sebagai bentuk dukungan kepad apenyelenggara, ketika mereka mencoba mengatur pelaksanaan olimpiade meskipun ada pandemi COVID-19.

Menyusul keputusan penundaan yang dikeluarkan pada Maret, disepakati Olimpiade Tokyo akan dimulai pada 23 Juli 2021. Lebih dari 11.000 atlet diharapkan hadir di Tokyo, dan ribuan lainnya akan datang untuk ajang selanjutnya Paralimpiade. Mayoritas atlet akan tinggal di Kampung Atlet.

Rabu (18/11/2020), seorang pejabat IOC, Joan Coates, yang mendampingi Kepala IOC Thomas Bach mengatakan, jumlah atlet yang akan datang tidak akan berkurang. Dan tugas penyelenggara untuk membuat mereka merasa aman. “Kami harus memastikan bahwa Kampung Olimpiade adalah tempat teraman di Tokyo. Para atlet harus punya kepercayaan terhadap rasa aman itu,” kata Coates, yang mengepalai Komite Koordinasi IOC untuk Olimpiade Tokyo.

Menyimpang dari tradisi, Coates mengatakan, para atlet tidak akan bisa tinggal di Kampung Atlet selama olimpiade berlangsung. “Para atlet, setelah kompetisi mereka selesai, akan memiliki waktu satu hingga dua hari dan kemudian mereka akan pulang. Masa tinggal lebih lama justru akan meningkatkan potensi masalah,” tandas Coates.

Coates mengatakan, komisi atlet IOC telah memberikan dukungan penuh kepada penyelenggara. Penyelenggara tidak menyelesaikan tindakan konkret COVID-19 dalam pembicaraan tiga hari, dan tidak mengatakan apakah penonton akan diizinkan masuk di lokasi tertentu.

CEO Tokyo 2020, Toshiro Muto mengatakan, lebih banyak kebijakan akan diselesaikan pada waktunya, pada pengumuman anggaran panitia bulan depan. (Ant)

Lihat juga...