IPEMI Ingatkan Pelaku UMKM Tetap Optimis di Tengah Pandemi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Pengurus Daerah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PD IPEMI) Kota Bekasi, mengingatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah ((UMKM) tetap optimis di tengah pandemi Covid-19.

“Bagaimana caranya tetap optimis dan tidak pesimis. Salah satunya dengan terus berinovasi,” kata Ayuni Mirlina, Ketua PD IPEMI Kota Bekasi, saat ngopi bareng UMKM di Bekasi Timur, Sabtu (21/11/2020).

Diakuinya ketika demand-nya jatuh,  bagaimana menyiasati salah satunya dengan berinovasi, seperti beralih ke marketalce, mencari reseller, ataupun membuka gallery agar terus berkolaborasi.

Menurutnya IPEMI, memiliki program pakem seribu warung muslimah di setiap wilayah kecamatan Kota Bekasi. Istilah pengembangan UMKM lebih maju dan berdaya saing sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

“UKM di kota Bekasi data statistik ada 23 ribu. Sampai saat ini, tergabung di IPEMI ada total 355 UMKM dengan beragam varian. Primadonanya salah satu adalah  fashion, kemudian Mamin dan jasa,” tukasnya.

Dengan memperbanyak UMKM  bisa menggerak sesuatu produk perekonomian bisa mengakomodir tenaga kerja lebih banyak lagi. Ternyata jelasnya home indusustri juga bisa menampung tenaga kerja.

Sementara itu, Ketua tim TWUP4 Kota Bekasi, Benny Tunggul mengakui bahwa  kondisi beberapa bulan terakhir perdagangan di Kota  Bekasi, mengalami fluktuasi dan berimbas pada penurunan daya beli membuat konsumsi menurun menjadikan supply terbatas karena produksi rendah.

Benny Tunggul, tim TWUP4 Kota Bekasi, mengakui perkembangan UMKM di Kota Bekasi terus bergeliat, Sabtu (21/11/2020). -Foto M. Amin

Namun dia menegaskan Kota Bekasi pada tahun 2020 menjadi kota keempat mengalami pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi, tidak terlepas dari peran  UMKM sebagai pertumbuhan ekonomi paling basic.

“Pemkot Bekasi juga terus memberikan stimulus, melalui bantuan tanpa bunga. Serta bantuan lainnya seperti minyak ternyata memberi imbas kepada pelaku UMKM konsumsi di antara mereka sendiri,” jelasnya.

Diakuinya bahwa UMKM Makan Minum (Mamin) di Kota Bekasi sangat berperan selama pandemi. Begitupun UMKM lainnya terus berkembang bahkan ada 20 pelaku akan segera ekspor,” papar Benny.

Berbagai cara terus dilakukan untuk membangkitkan pelaku UMKM di Kota Bekasi salah satu caranya dengan memberi peluang pemasaran produk melalui pameran terbatas dan lainnya.

“Hari ini, kita buat pameran terbatas dengan tema ‘Ngopi Bareng UMKM’. Ini sebagai ajang promosi meski dengan menghadirkan peserta terbatas. Giat ini akan rutin digelar di setiap kecamatan,” ungkap Benny.

Kegiatan yang digelar masih mengambil tema Hari Pahlawan dalam pengembangan UKM. Dan melibatkan pelaku UMKM dari berbagai komunitas termasuk UMKM disabilitas. Karena jelasnya,  dalam sejarah kota Bekasi adalah kota niaga.

Lihat juga...