IRT di Bekasi Kreasikan Tahu Bakso, Penjualan Tembus Luar Daerah

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Christina Prihartini, sosok ibu rumah tangga (IRT), warga Perumahan Villa Galaxi, Jakasetia, Bekasi Selatan, sukses mengkreasikan tahu bakso yang ditawarkan secara online hingga tembus pasar luar daerah dengan merek Tahu Baxo.

“Mencoba bisnis bidang kuliner di tengah pandemi Covid-19. Karena omzet konveksi terus menurun, bahkan tidak ada kerjaan sama sekali, alias pesanan kosong,” ungkap Ibu Titin sapaan akrabnya kepada Cendana News, Selasa (3/11/2020).

Hingga ia memutar otak untuk mencoba bisnis bidang kuliner dengan memilih produksi tahu bakso. Hal tersebut merupakan pengembangan potensi hobi, sekaligus sebagai salah satu cara dalam bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan usaha bidang konveksinya sampai tidak ada sama sekali pekerjaan selama corona. Dulu pesanan fashion hingga Papua.

Ibu Titin, di Bekasi sukses mengembang usaha kuliner Tahu Baxo, Selasa (3/11/2020). -Foto: M. Amin

Bersama suaminya, Ibu Titien mengaku mulai menggali potensi diri di bidang kuliner. Bukan tanpa alasan karena selama ini mereka  jalan berburu makanan atau masak di rumah adalah bagian keseharian dalam keluarganya dengan  berbagai jenis olahan makanan terutama tahu dan bakso.

“Kami mencoba mengkreasikan tahu bakso dengan olahan khas tersendiri. Dan coba upload, ternyata responnya positif. Orderan terus berdatangan dari berbagai tempat di Kota Bekasi dan daerah bahkan hingga ke Sumatera,” ujarnya.

Untuk tahu bakso diakuinya langsung memesan tahu Sumedang sebagai bahan dasar untuk menjaga kualitas. Produksi tahu bakso ibu Titin dilakukan secara rumahan dan hanya ditangani berdua dengan suaminya menggunakan peralatan dapur seadaanya.

Sampai sekarang semua produk tahu bakso dikerjakan hanya berdua. Hal tersebut untuk menjaga kualitas rasa. Tidak berarti belum percaya, tapi ingin terus berkreasi hingga menemukan konsistensi rasa.

Bahkan setelah sukses dengan tahu bakso kebanjiran order dirinya terus mengembangkan usaha dengan mencoba mengkreasikan minuman seperti cincau hijau dengan diberi label Ten Mya. Itu pun dipasarkan secara online dengan sistem reseller.

Dalam pemasaran tahu bakso, Ibu Titin menawarkan sistem reseller dengan harga satu pax Rp25 ribu minimal pengambilan 10 pax. Untuk satu pax isi 10 tahu bakso dan biasanya dijual eceran Rp30 ribu.

Mencoba hal yang baru,  menurutnya memiliki tantangan tersendiri, dan memerlukan waktu. Saat ini ia sudah memiliki dua produk kuliner yang menopang ekonominya di tengah deraan pandemi Covid-19.

“Senang saja, saya berharap setelah pandemi Covid-19 berlalu, usaha konveksi bisa kembali berjalan dan bisnis kuliner bisa meningkat. Mungkin ada hikmah di balik pandemi,” ujarnya.

Diakuinya banyak kesulitan yang dihadapi dalam memulai bisnis baru, seperti bisnis kuliner secara online kendala seperti di pengiriman. Karena jika telat maka berakibat buruk bagi produk, kedua adalah permodalan dan peralatan yang masih seadanya.

“Sebenarnya kendala saat pendistribusian, masih bingung kalo seperti pesanan ke wilayah Serang, Banten, meski sudah dimasukkan dalam streofoam begitu keluar dari freezer, kadang telat sampainya, dan pelanggan mengeluhkan,” ujarnya.

Lihat juga...