IRT di Bekasi Sukses Kembangkan Pot Sabut Kelapa Jadi Lahan Bisnis

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Berawal dari hobinya untuk dekor rumah pribadi, seperti menghiasi taman. Kini Yulia, warga Bekasi Utara memiliki penghasilan tambahan dari Kokedama, istilah metode tanam menggunakan media dari bahan sabut kelapa menjadi pot.

Kini, dia dan Rita, yang selama ini hanya menjadi ibu rumah tangga (IRT), jadi pengusaha baru yang mampu menembus beberapa daerah melalui produk pot Kokedama yang ditawarkannya secara online ataupun melalui pameran. Metode tersebut dipelajari mereka secara otodidak.

“Awalnya hanya hobi, dekor rumah pribadi dengan tanaman. Ini metode ala Jepang sebenarnya, tapi banyak yang suka dan akhirnya pesan, setelah ikut pameran, peminatnya di luar ekspektasi,” ungkap Yulia, warga Jl Duwet wisma Seroja, Harapan Jaya, Bekasi Utara, kepada Cendana News, Selasa (24/11/2020).

Dikatakan, awalnya uji coba secara mandiri belum menemukan model, bahkan tanaman banyak yang tidak tumbuh. Tapi, terus melakukan uji coba dan mempelajari secara otodidak melalui YouTube, dan refrensi lainnya hingga akhirnya bisa berhasil menemukan formulasi.

Menurutnya perlu keuletan, dalam membuat kokedama istilah tanam pot media sabut kelapa tersebut. Karena sabut kelapanya ternyata harus khusus agar memberi hasil maksimal. Setelah sukses akhirnya ia mencoba beragam kreasi model dan bentuk dan mengajak Rita membangunnya mengembangkan Kokedama.

“Kokedama merupakan kerajinan metode tanam tanpa pot ala Jepang menggunakan serabut kelapa. Isi di dalamnya bisa cocofit atau pun fiber, tanpa menggunakan media tanah,” ujarnya mengaku omzet tergantung pemesanan.

Menjadi peluang usaha menggiurkan Yuli mengaku tidak sendiri, dia dibantu Rita untuk membuat aneka kokedama tersebut. Hal tersebut karena jumlah pesanan terus meningkat yang awalnya dari lingkungan ternyata hingga ke luar daerah dengan cara di kirim.

Rita menambahkan, sehari satu orang bisa memproduksi hingga sepuluh kokedama jika diseriusi. Tapi jelasnya bahan bakunya harus khusus untuk craft, sehingga hanya tinggal meracik atau membentuk jadi pot sebagai media tanam.

Lebih lanjut dikatakan bahwa menggunakan metode Kokedama bisa tumbuh beragam jenis tanaman hias. Bahkan ada bunga yang tengah trend, seperti janda bolong bisa tumbuh maksimal menggunakan pot tanpa tanah atau diistilahkan Kokedama tersebut.

Untuk satu Produksi pot tanpa media tanah hanya menggunakan serabut kelapa tersebut oleh Para Bu Yulia dan Rita, dijual mulai dari harga Rp35-250 ribu. Harga menyesuaikan ukuran dan jenis tanamannya.

“Seperti janda Bolong, saat ini lagi trend dijual Rp150 ribu, bersama pot dari sabut kelapa,”jelas Rita.

Yulia dan Rita, warga Jl Duwet wisma Seroja menunjukkan tanaman Kokedama atau pot bunga menggunakan media sabut kelapa yang di tawarkan secara online atau melalui pameran, Selasa (24/11/2020). Foto: Muhammad Amin

Kreasi kokedama tersebut, adalah hiasan rumah yang bisa diletakkan di ruang tamu, atau tempat lainnya sebagai dekor rumah agar terlihat lebih indah.

“Sebenarnya jenis tanamannya bisa menyesuaikan selera. Bisa dipesan khusus tanaman jenis apa. Pasti akan tumbuh maksimal sama dengan pot media tanah. Karena semua jenis tanaman hias bisa asal jangan tanaman buah saja,” tukas Rita.

Saat ini, mereka memiliki workshop sendiri di wilayah lingkungan rumahnya di Bekasi Utara. Tempat nya mereka namakan Rumah Teduh di Jl Duwet wisma Seroja, Harapan Jaya, Bekasi Utara Kota Bekasi Jawa Barat.

Lihat juga...