Jaga Kesehatan Ternak, Peternak di Lamsel Lakukan Cara Tradisional

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Berbagai cara tradisional dilakukan oleh sejumlah peternak menghindari penyakit pada hewan kala musim hujan.

Adam, salah satu peternak kambing di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut, membuat perapian atau bedian. Cara tersebut dilakukan dengan membakar limbah pakan untuk menghangatkan ternak.

Sistem pembuatan bedian sebut Adam jadi cara sederhana untuk mencegah penyakit pada ternak kambing. Saat hujan ia dan peternak lain memilih mengandangkan hewan ternak agar tidak berkeliaran secara bebas. Jika dilepasliarkan atau digembalakan ternak berpotensi terserang penyakit. Jenis penyakit tersebut meliputi gudik, kembung, mencret, cacingan.

Musim hujan yang turun sebutnya berimbas tanaman rumput muda mulai bersemi. Kadar air pada rumput yang menjadi sumber pakan meningkat mengakibatkan ternak alami kembung. Pemberian minum berupa garam dan obat cacing sebutnya berfungsi untuk mengatasi penurunan daya tahan tubuh. Kebersihan kandang dan pakan jadi solusi ternak tetap sehat kala hujan.

“Pembuatan bedian yang kerap dilakukan saat sore hari ketika hujan kerap disiapkan siang hari memakai sekam padi dan serabut kelapa. Karena bisa menghasilkan asap untuk menghangatkan ternak agar tidak mengalami penurunan stamina imbas suhu dingin,” terang Adam saat ditemui Cendana News, Jumat (6/11/2020).

Peternak lain di desa yang sama, Sumino, menyebut, kebersihan kandang jadi syarat mutlak untuk menjaga kesehatan ternak. Selama hujan kandang tetap bersih dengan mengumpulkan kotoran dan air seni, menjaga aroma tidak sedap. Saat hujan ia bahkan membuat saluran khusus untuk penampungan kotoran ternak agar tidak menganggu kesehatan warga sekitar.

Pemeriksaan kesehatan untuk ternak sebut Sumino, kerap dilakukan oleh petugas penyuluh peternakan. Penyuluh kerap memberikan tips untuk perawatan ternak kala hujan agar tidak muncul penyakit. Pemberian vaksin dilakukan pada sekitar sepuluh ekor ternak kambing miliknya untuk menghindari penyakit mencret.

“Paling dominan penyakit mencret namun telah diberi obat dengan proses penyuntikan,” paparnya.

Bajuri, peternak sapi mengaku membuat kandang berlantai semen. Sistem tersebut memudahkan baginya untuk proses pembersihan kandang. Sebab kotoran dan air seni mudah ditampung pada kolam penampungan. Kolam penampungan yang telah ditutup disalurkan ke tempat pembuangan khusus.

Bajuri, peternak sapi di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, melakukan pembersihan kandang, Jumat (6/11/2020) – Foto: Henk Widi

“Selain menjaga kesehatan ternak risiko polusi bagi lingkungan akibat kotoran juga bisa diminimalisir,” cetusnya.

Muhamad Arsyad, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Lamsel menyebut, kebersihan kandang, pakan jadi prioritas peternak. Kala hujan peternak harus melakukan berbagai persiapan berupa cadangan makanan, kandang memadai. Cadangan makanan berfungsi menyiapkan bahan pangan kala peternak sulit mencari pakan hijauan.

“Pakan kaya nutrisi berpotensi ditambah dengan asupan vitamin ternak sehingga sehat saat musim hujan,” bebernya.

Berbagai cara tradisional peternak dalam menjaga kesehatan ternak sesuai kearifan lokal. Pembuatan perapian pada ternak akan melindungi ternak dari hawa dingin.

Selain penyiapan bedian selama musim hujan, ternak kambing, kerbau, sapi dan unggas tetap diberi fasilitas penghangat. Pemakaian jerami dan sekam bisa digunakan untuk alas kandang sehingga menghangatkan ternak.

Lihat juga...