Jajaran Pohon Trembesi di Kalianda Jadi Spot Foto Kaum Milenial

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Ratusan pohon trembesi membentuk kanopi di kawasan jalan sekitar kompleks perkantoran pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan,  menjadi penyejuk bagi warga yang melintas. Salah satunya, Vemy Hasanah dan sejumlah rekannya. Remaja asal Kecamatan Sidomulyo yang menyukai dunia fotografi tersebut, berhenti sejenak di bawah rindangnya pohon trembesi itu dan mengabadikannya dengan kamera smartphone.

Pohon trembesi atau Samanea saman yang menjadi payung alami, menyajikan kesan estetis, menurut Vemy Hasanah sudah ada sejak puluhan tahun silam. Bentuk unik batang dan ranting hingga daun menjadi naungan yang menarik untuk dipandang.

Ratusan pohon trembesi atau munggur tersebut, diakui Vemy Hasanah kerap menjadi spot foto. Bagi pecinta fotografi, sisi estetis jajaran pohon trembesi menjadi background menarik. Sebagai generasi milenial yang akrab dengan gawai untuk foto, aktivitas swafoto wajib dilakukan olehnya bersama rekan sebaya. Bagi kaum remaja, bersantai saat akhir pekan menjadi alternatif untuk rekreasi.

Christeva, salah satu penyuka fotografi asal Penengahan, Lampung Selatan, memanfaatkan spot jalan cinta dengan rindangnya pohon trembesi, Minggu (15/11/2020). -Foto: Henk Widi

“Oleh masyarakat, jalan yang didominasi jajaran pohon trembesi tersebut dikenal sebagai jalan cinta, karena jadi lokasi anak-anak remaja berkumpul, terutama saat akhir pekan untuk menikmati suasana kesejukan alam area persawahan yang dekat dengan pantai Kalianda,” terang Vemy Hasanah, saat ditemui Cendana News, Minggu (15/11/2020).

Akses menuju spot yang dikenal dengan jalan cinta sepanjang ratusan meter dengan jajaran pohon trembesi, cukup mudah. Ditempuh dengan kendaraan motor dan mobil bisa ditempuh dari Jalan Lintas Sumatra sejauh dua kilometer. Spot yang menarik tersebut, menurut Vemy Hasanah dekat dengan pantai Kedu dan pantai Batu Rame, sehingga menjadi tempat istirahat.

Bagi pecinta fotografi, view jajaran pohon trembesi berpadu dengan sawah menghijau bisa diperoleh saat masa tanam. Memasuki bulan November, sebagian lahan sawah di wilayah tersebut memasuki masa pengolahan lahan. Meski demikian, nilai estetis untuk latar belakang foto tetap menarik dengan aktivitas petani menggarap lahan.

“Selain view jajaran pohon trembesi, saya bisa mendapatkan foto perbukitan yang menarik untuk pelengkap galeri foto,”cetusnya.

Dikenal sebagai jalan cinta yang dinaungi ratusan pohon trembesi, pengambilan foto kerap dilakukan fotografer pernikahan. Pengambilan foto dan video dengan latar belakang akses jalan yang dihiasi pohon trembesi, kerap menjadi wahana untuk prewedding yang akan digunakan untuk undangan. Selain itu, dominan digunakan pembuat konten video untuk youtube.

Keindahan jajaran pohon trembesi juga menjadi daya tarik bagi Christeva. Pemilik akun media sosial Instagram, Facebook dan aplikasi video singkat TikTok itu memilih jalan cinta untuk membuat konten. Background atau latar belakang yang unik dan indah sekaligus menjadi tempat rekreasi alternatif. Sejumlah konten video dan foto yang dihasilkan sekaligus mengasah skill-nya di bidang fotografi.

“Hanya sayang akibat ulah orang tak bertanggung jawab, sejumlah pohon jadi media memasang promosi membuat keindahan berkurang,” bebernya.

Selain berburu keindahan dari jajaran pohon trembesi, saat  berada di bawah naungannya ia bisa mendapat asupan oksigen. Kesejukan tersebut diakui oleh Christeva menjadi bagian kegiatan rekreasi yang menyenangkan. Lokasi yang berada di dekat pantai, memudahkannya melanjutkan aktivitas rekreasi ke alam terbuka.

Usai menikmati suasana keindahan jajaran pohon trembesi, pada ujung jalan sejumlah warung kuliner tersedia. Penyedia makanan tradisional jenis pempek, otak otak, bakso, mi ayam dan minuman es kelapa bisa diperoleh. Penyedia kuliner tersebut sebagian menjadi tempat bersantai usai menikmati suasana kesejukan jalan cinta.

Lihat juga...