Jemaah Umrah Indonesia Harus Jaga Disiplin Prokes

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Sejak dibuka untuk umum pada 1 November 2020 lalu, hanya dua negara yang mendapat izin memberangkatkan jemaah umrah oleh Kerajaan Saudi, yakni Indonesia dan Pakistan.

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jamuli mengimbau, agar jemaah umrah Indonesia dapat menjaga kepercayaan Kerajaan Saudi dengan menjalankan disiplin protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan.

“Kita patut bersyukur, meskipun angka kematian akibat Covid-19 Indonesia berada di posisi ketiga di Asia, tapi pihak Saudi masih mengizinkan. Sekali lagi kita patut menjaga kepercayaan itu dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Dan tentunya juga demi keberlangsungan pelaksanaan ibadah umrah,” ujar Endang saat menghadiri secara virtual acara Sosialisasi Kegiatan Umrah di Masa Pandemi, Jumat (6/11/2020).

Selain itu, Endang menyatakan, bahwa jemaah Indonesia yang saat ini tengah melaksanakan umrah, memegang peran penting untuk menjaga keberlanjutan ibadah umrah selama masa pandemi. Mereka, kata Endang, akan menjadi tolok ukur keberhasilan umrah di masa pandemi.

“Kita ada 278 jemaah yang berangkat. Kita berharap semua berjalan lancar dan mereka patuh pada ketentuan yang berlaku, meskipun memang agak sedikit tidak nyaman,” tutur Endang.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito juga menekankan, agar penyelenggara perjalanan ibadah umrah atau PPIU, harus memperhatikan mekanisme karantina dan calon jemaah, memperhatikan kuota pemberangkatan dan memperhatikan pelaporan keberangkatan, kedatangan dan kepulangan calon jemaah.

“Semua sudah diatur dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 Tahun 2020. Ketentuan yang diatur di sana merupakan hasil kajian bersama antara Kemenag, Kemenkes dan Satgas Covid-19. Jadi harus betul-betul diindahkan,” terangnya.

Lebih lanjut, agar tidak terjadi penularan selama jemaah menjalani ibadah umrah, Wiku pun mengatakan, bahwa penularan dapat dicegah apabila jemaah mematuhi protokol kesehatan 3M dan arahan petugas umrah di lapangan.

“Kami mengimbau semua jemaah yang kembali ke Indonesia agar menjalani testing dan karantina, selayaknya pelaku perjalanan dari luar negeri untuk meminimalkan penularan,” ujar Wiku.

Kebijakan ibadah ini akan tetap diawasi dan dievaluasi sesuai perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia dan Arab Saudi.

“Kita harus ingat, bahwa penerapan protokol kesehatan dapat secara efektif menurunkan risiko penularan Covid-19. Hal ini mengingatkan kita bahwa nilai gotong royong dalam kolaborasi pentahelix menentukan kesuksesan penanganan Covid-19,” lanjut Wiku.

Lihat juga...