Jualan Alpukat Lampung Timur di Bekasi, Menguntungkan

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Memiliki tekstur buah tidak berserat, dengan kadar air sedikit dan tak pahit, alpukat dari  Lampung Timur cukup diminati di Kota Bekasi, Jawa Barat. Selain kualitasnya bagus, harganya pun terjangkau.

Berdagang buah Alpukat menjadi bisnis menjanjikan, karena buah yang memiliki lemak baik dan rasa yang enak, sedang naik daun karena label superfood-nya. Tapi, sebenarnya tidak sedikit orang yang kapok saat beli alpukat dalam kondisi mentah, karena ada yang busuk, rasanya getir atau gagal matang.

“Alpukat Lampung Timur ini memiliki tekstur berbeda dari  daerah lain, karena lebih gurih, minim serat, dan tidak terlalu banyak mengandung kadar air. Selain itu, musimnya sepanjang tahun,” ujar Okky Nugraha, penjual alpukat di Bulakkapal komplek AURI, Bekasi Timur, kepada Cendana News, Selasa (3/11/2020).

Okky hanya berjualan di rumah secara online atau mengisi pesanan reseller, seperti toko buah, penjual jus dan lainnya. Dari jualan alpukat Lampung Timur, ia mengaku memiliki omzet jutaan rupiah per bulan. Namun, dia enggan menyebut nominal angkanya.

Dia mengaku, pengiriman alpukat Lampung Timur hingga ke Jombang, Jawa Timur. Setelah mengisi kebutuhan pasar buah di Bekasi atau pun lainnya. Dalam tiga hari, 110 kilogram alpukat habis terjual dengan harga per kilogram mulai Rp15 ribu hingga Rp18 ribu.

 

Selain berjualan alpukat buah, Okky juga mengolah menjadi frozen alpukat, alpukat tumpah, coklat alpukat dan jus botolan. Pelanggan yang beli langsung didominasi kalangan ibu-ibu, terutama ibu hamil atau memiliki bayi.

Menurutnya, selain mengandalkan suplayer dari Lampung Timur dia juga mengambil alpukat dari wilayah Bengkulu. Dua daerah tersebut panennya sepanjang tahun, baik rasa atau pun tekstur buahnya dari kedua wilayah tersebut cenderung sama, lebih tebal jarang serat dan kadar airnya sangat sedikit.

“Tapi jika dari Bengkulu, jika pesanan meningkat, sementara stok habis seperti saat memasuki bulan Ramadan terjadi peningkatan permintaan,” ujarnya.

Dia juga menyebut, untuk Pulau Jawa ada wilayah yang memiliki  alpukat berkualitas bagus, dan harganya terjangkau, seperti alpukat Probolinggo yang banyak dicari di Kota Bekasi.

Bisnis buah alpukat adalah sistem kepercayaan dari pembeli. Sehingga dirinya terus menyakinkan ke petani, agar tidak memetik alpukat muda karena bisa berakibat gagal matang. Karenanya, dia mengaku soal harga dan kualitas bisa diadu, walaupun dengan harga di pasar induk.

“Saya tidak memiliki petani binaan. Tapi, saya terus berkomunikasi dan meyakinkan ke petani alpukat, bahwa alpukat yang dikirim berkualitas tidak dipetik saat muda,” tukasnya.

Diakuinya, setiap datang buah dari Lampung, tidak pernah lama langsung habis terjual. Karena risiko bisnis alpukat jika sampai lebih dari satu minggu bisa berakibat kerugian. Selain melalui WhatsApp dia juga menawarkan secara online.

“Alpukat itu kuncinya gurih, tidak ninggalin rasa pahit, tak berserat dan kadar air tidak banyak, pasti diminati di pasaran. Dan, itu alpukat Lampung Timur, Bengkulu dan Probolinggo yang saya tahu,” pungkasnya.

Lihat juga...