Jumlah Pemohon SIM di Banyumas Turun Dratis

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM) di wilayah Banyumas dalam dua bulan terakhir, menurun dratis, bahkan hingga 50 persen. Selain karena pandemi Covid-19, juga karena sudah dibukanya pelayanan SIM online.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, melalui Kaur SIM Polres Banyumas, Aiptu Wawan Riyadi, mengatakan penurunan jumlah pemohon SIM mulai terasa sejak dibukanya pelayanan online, di mana masyarakat bisa mengurus SIM di seluruh kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas).

“Jadi untuk warga Banyumas yang berada di luar kota, misalnya, jika SIMnya habis masa berlakuknya, tidak perlu harus pulang ke Banyumas, tetapi bisa mengurus di kantor Satpas setempat. Karena sekarang sistem pelayanannya online, bisa dilayani di mana saja,” terang Aiptu Wawan, Senin (30/11/2020).

Kaur SIM Polres Banyumas, Aiptu Wawan Riyadi di kantornya, Senin (30/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Aiptu Wawan menjelaskan, pada hari-hari normal, pemohon SIM di Satpas Polresta Banyumas bisa mencapai 350 orang per hari. Namun, dalam dua bulan terakhir menurun menjadi 150 hingga 170 orang per hari.

Kantor Satpas Polresta Banyumas sendiri tidak memberlakukan pembatasan jumlah pelayanan SIM, dan jam pelayanan juga dibuka setiap hari. Untuk hari Senin sampai Kamis mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, dan untuk hari Jumat-Sabtu mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

“Tidak ada pembatasan jumlah pemohon SIM, karena kita menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan jumlah orang dalam tiap ruangan juga dibatasi,” tuturnya.

Sejak masuk ke area kantor Satpas, pemohon SIM diwajibkan cuci tangan, kemudian saat hendak memasuki ruangan diukur suhu tubuh terlebih dahulu.

Untuk ruang loket pendaftaran hanya dibatasi kapasitas maksimal 10 orang. Kursi di ruang tunggu diberi tanda berjarak. Satu deret kursi hanya diperbolehkan untuk duduk maksimal 3 orang. Sedangkan di ruang registrasi, kapasitas juga dibatasi maksimal 20 orang pemohon. Selain itu, untuk menghindari kerumunan, yang dipernolehkan masuk hanya pemohon SIM saja.

“Kalau sebelum pendemi, satu pemohon yang mengantar bisa 1-2 orang dan sekarang tidak diperbolehkan. Sehingga jumlah orang yang berada di ruangan jauh berkurang,” ucapnya.

Pelayanan SIM juga dipercepat, dengan cara menjalankan semua perangkat yang ada. Ia mencontohkan, untuk loket pendaftaran ada tiga dan semua dijalankan full, kemudian pada indentifikasi ada empat petugas, untuk foto tiga petugas semua diaktifkan dan untuk pencekatan SIM ditempatkan dua orang petugas.

Salah satu pemohon SIM, Puji Purwanto, mengatakan, pelayanan di kantor Satpas sangat cepat dan ia tidak perlu menunggu lama.

“Kemarin sempat khawatir, takut ada antrean panjang dan kerumunan saat mengantre, ternyata antrean hanya sedikit dan pelayanannya juga cepat,” katanya.

Lihat juga...