Jumlah Temuan Uang Palsu oleh BI Surakarta Turun

Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Layanan Administrasi BI Kantor Perwakilan Surakarta, Gunawan Purbowo, saat memaparkan kondisi temuan uang palsu – Foto Ant

SOLO – Jumlah temuan uang palsu, oleh Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Surakarta, Jawa Tengah, pada tahun ini menurun 14,9 persen. Penurunan tersebut didapatkan, jika dibandingkan temuan di tahun lalu.

Kondisi tersebut diduga, seiring dengan pengurangan aktivitas jual beli secara langsung oleh masyarakat. “Kalau dilihat datanya, sampai dengan September tahun ini, uang palsu di angka 2.808 lembar, sedangkan tahun lalu mencapai 3.228 lembar. Secara bulanan juga relatif menurun,” kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Layanan Administrasi BI Kantor Perwakilan Surakarta, Gunawan Purbowo di Solo, Minggu (8/11/2020).

Pihaknya memprediksi, penurunan terjadi karena adanya penurunan aktivitas ekonomi, sehingga permintaan uang oleh masyarakat untuk bertransaksi turun. Pada temuan kali ini, masih sama dengan tahun lalu, yaitu didominasi oleh pecahan Rp100.000 dan Rp50.000. Berdasarkan data, untuk pecahan Rp100.000 ditemukan sekira 1.900 lembar, dan untuk pecahan Rp50.000 sekira 800 lembar.

Yang membedakan adalah, pada tahun ini temuan uang palsu didominasi oleh penerbitan tahun emisi 2016. Sedangkan di tahun sebelumnya, masih banyak terdapat uang terbitan tahun emisi 2014. Untuk temuan uang palsu yang didata oleh Bank Indonesia, kebanyakan berasal dari laporan masyarakat dan perbankan.

Angka tersebut di luar temuan uang palsu oleh Kepolisian. “Kalau Kepolisian sudah beda lagi, datanya tidak masuk di data kami. Beberapa waktu lalu kami sempat diminta jadi ahli (terkait temuan uang palsu) di Klaten, hitungannya jadi kriminal,” tandasnya.

Sementara itu, untuk meminimalisasi terjadinya peredaran uang palsu, BI Surakatar terus melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat maupun mahasiswa. Meski demikian, selama pandemi COVID-19 ini sosialisasi lebih banyak dilakukan melalui daring. “Kami juga ada Duta Rupiah, ada penyampaian kembali ciri keaslian uang rupiah. Kami juga biasanya menanyangkan video lewat media sosial atau GenBI (Generasi BI). Pada prinsipnya di setiap kesempatan kami bisa pasti dilakukan,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...