Kabupaten Sikka Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sempat terbebas dari Covid-19 selama beberapa bulan dan masuk zona hijau, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, kini kembali masuk zona merah setelah selama dua hari terakhir terdapat  tiga pasien positif Covid-19 yang dirawat di RS TC Hillers Maumere.

Seorang pasien ibu rumah tangga berinisial SH (63), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RS St. Gabriel Kewapante dan dirujuk ke RS TC Hillers Maumere untuk penanganan lebih lanjut.

“Pasien sempat dirawat di paviliun RS TC Hillers Maumere dan kondisinya menurun karena sesak napas,” kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat konferensi pers di Kantor Dinas Kesehatan, Rabu (25/11/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, Rabu (25/11/2020).-Foto: Ebed de Rosary

Petrus mengatakan, akibat kondisinya menurun, SH asal Pulau Pemana, sejak Selasa (24/11/2020) dipindahkan ke ruangan Intensive Care Unit  dan menjalani rapid test dua kali dengan hasil reaktif, yang dilanjutkan dengan pengambilan sampel swab.

Dia menambahkan, pasien  tersebut meninggal dunia pada Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 04.00 WITA, dan hasil tes swabnya pun sudah keluar dan dinyatakan positif Covid-19.

“Pasien yang meninggal ini selama 4 hari atau sejak 17 November 2020 dirawat di RS Santo Gabriel Kewapante. Karena memiliki riwayat sesak napas, maka pasien dirujuk ke RS TC Hillers Maumere pada 20 November 2020,” terangnya.

Petrus menjelaskan, terkait dua pasien lainnya, seorang ibu berinisial MAS (45) dan anaknya IDI (11), juga dinyatakan positif dan sejak Selasa (24/11/2020) dirawat di Ruang Isolasi RS TC Hillers Maumere.

Kepala Dinas Kesehatan Sikka ini menyampaikan, dua pasien ini merupakan pelaku perjalanan dari Denpasar, Bali, yang tergabung dalam kelompok beranggotakan lima orang, mereka hendak kembali ke Bali dan mengurus surat keterangan bebas Covid-19.

“Saat dilakukan rapid test kemarin, hasilnya  dua orang reaktif, sehingga dilakukan pengambilan sampel swab. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata hasil swab menunjukan keduanya positif Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Asep Purnama, dokter spesialis penyakit dalam RS TC Hillers Maumere berharap, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan mewaspadai pelaku perjalanan dari luar daerah.

Asep meminta, agar pemerintah desa dan kelurahan mengawasi wilayahnya dan melakukan pemantauan kepada pelaku perjalanan, terutama dari darah zona merah yang datang ke wilayahnya dengan melibatkan Satgas Covid-19.

“Kita semua harus menjaga dan mematuhi protokol kesehatan, terutama memantau pelaku perjalanan dari zona merah. Kita takutkan terjadinya transmisi lokal, mengingat saat ini pengawasan di masyarakat agak sedikit kendor,” ungkapnya.

Lihat juga...