Kamuflase Ganja dalam Permen Jelly, Modus Baru Penyelundupan Narkotika

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Dalam operasi controlled delivery atau pengiriman d bawah pengawasan petugas, bekerjasama dengan Bea Cukai Kanwil Jateng dan Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng berhasil menggagalkan pengiriman narkotika, yang dikamuflasekan dalam bentuk permen jelly dari Amerika Serikat.

Tim gabungan berhasil menangkap tersangka, dan mengamankan paket berisi berisi enam ampul cairan mengandung Tetrahydrocannabinol (THC), serta dua bungkus plastik berisi 79 permen mengandung THC.

“THC merupakan senyawa utama, yang terdapat di dalam tanaman ganja. Dari hasil operasi bersama itu, paket kiriman permen ganja dari Amerika Serikat tersebut, menuju ke rumah pemesan di daerah Kajen, Kabupaten Pekalongan. Tim kemudian menangkap sang pemesan berinisial HNF, setelah paket diterimanya,” papar Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan , disela gelar perkara di kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Semarang, Rabu (4/11/2020).

Dipaparkan, tersangka mendapat kiriman paket tersebut, setelah memesan dari salah satu teman yang tinggal di Amerika Serikat. “Jadi tersangka HNF ini, pernah tinggal di Amerika Serikat. Kemudian ketika kembali ke Indonesia, dia minta tolong temannya yang ada disana untuk mengirimkan paket THC,” terangnya.

Sejauh ini, permen ganja tersebut masih dikonsumsi sendiri oleh tersangka dan belum menyebar. “Kasus ini masih kita kembangkan, kita selidiki kemungkinan-kemungkinan yang ada, termasuk apakah permen ini sudah tersebar atau belum. Kandungan THC pada permen tersebut, memiliki efek halusinasi seperti ganja,” tandasnya.

Pihaknya juga menilai penggunaan permen jelly tersebut, menjadi modus baru untuk mengelabui petugas yang berwenang. “Modus ini mirip dengan kasus yang terjadi di Kabupaten Jepara, yang menyamarkan ganja dalam bentuk kue brownies,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, dari operasi controlled delivery yang berbeda, pihaknya juga berhasil menggagalkan pengiriman paket tembakau gorilla atau ganja sintesis seberat 4,5 gram.

“Awalnya kita mendapat informasi adanya pengiriman paket narkotika ke Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Setelah kita lakukan pengawasan, kita tangkap dua orang yang ternyata masih dibawah umur, yakni ABA dan DKW. Mereka ini yang mengambil paket berisi tembakau gorilla di kantor jasa pengiriman,” lanjutnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui pengambilan paket tersebut atas suruhan FM, yang merupakan kakak kandung dari ABA. “Lalu kita lakukan pengamanan tersangka FM di rumahnya. Saat ini, tersangka sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” tambahnya.

Di satu sisi, Benny menandaskan, saat ini para penjual narkotika sudah berani terang-terangan dalam menawarkan dagangannya. Seperti kasus tembakau gorilla, penjualan dilakukan melalui akun media sosial, instagram.

“Ini yang menjadi perhatian kita, apalagi sasarannya merupakan para remaja usia produktif. Kasus tembakau gorilla ini sudah kita pantau terjadi di beberapa tempat, seperti di Kabupaten Tegal, Kendal, Banjarnegara dan Kota Semarang,” jelas Benny.

Sementara, Kabid Pemberantasan BNNP Jateng Moch Arief Dimjati, menambahkan dalam kasus pengiriman paket tembakau gorilla, pihaknya hanya menetapkan satu tersangka, FM, meski mengamankan tiga orang.

“Jadi untuk ABA dan DKW, tidak kita tahan, mereka statusnya sebagai saksi, karena mereka tidak tahu jika diminta mengambil paket berisi narkoba. Selain itu, usia mereka juga masih di bawah umur, untuk ABA berumur 16 tahun, sedangkan DKW baru 14 tahun. DKW ini teman sepermainan ABA, ” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengamankan satu tersangka lain, HW, atas kepemilikan 30 gram narkotika jenis sabu.

“Seluruh tersangka sudah kita amankan, untuk menjalani pemeriksaan dan proses lebih lanjut. Kesemuanya kita kenakan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2, UU No 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Lihat juga...