Karantina Lampung Luncurkan Empat Inovasi untuk Tingkatkan Layanan Publik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung meluncurkan empat inovasi dalam rangka peningkatan pelayanan bagi pengguna jasa dan kinerja internal. Siqat, Situti, SibosQ, SiapLaga berbentuk aplikasi tersebut sekaligus memudahkan sistem pelayanan dalam jaringan (daring).

Muhamad Jumadh, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung menyebut inovasi dilakukan memenuhi kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan karantina pertanian.

“Perkembangan kebutuhan masyarakat yang telah terbiasa memakai sistem aplikasi daring diimbangi dengan inovasi karantina menyiapkan empat aplikasi yang memudahkan stakeholder dalam mendapatkan layanan dari karantina dan memantau kinerja petugas,” terang Muhamad Jumadh di Bandar Lampung, Senin (30/11/2020)

Aplikasi yang digunakan sebut Muhamad Jumadh meliputi Siqat, kepanjangan dari Sistem Informasi Quarantine. Aplikasi itu merupakan antrian cepat karantina Lampung untuk memberi kemudahan bagi pengguna jasa karantina dalam memperoleh permohonan pemeriksaan karantina secara daring. Sistem itu cocok saat pandemi Covid-19 karena pengguna jasa tak berkontak langsung dengan petugas hanya melalui aplikasi.

Aplikasi Situti yakni Sistem Surat Tugas dan Cuti. Memberikan kemudahan kepada pegawai dalam menerbitkan surat tugas serta mengajukan cuti secara online dan langsung dapat dipantau terkait jumlah surat tugas maupun cuti pegawai. Pemantauan kinerja internal bisa diawasi memakai aplikasi tersebut dan membantu dalam administrasi kepegawaian.

“Tertib administrasi sangat diperlukan dalam tugas bahkan saat pegawai akan mengambil waktu cuti,” tambahnya.

Aplikasi lain di antaranya SibosQ, merupakan Sistem Informasi Bongkar Sapi yang digunakan sebagai pencatatan saat bongkar sapi secara cepat, cermat dan akurat. Aplikasi tersebut memudahkan petugas melaporkan bongkar muat sapi secara online dan laporan dapat diketahui oleh perusahaan yang melalulintaskan impor sapi dengan regristrasi daring terlebih dahulu.

Muhamad Jumadh (kiri), Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung saat dikonfirmasi di Bandar Lampung, Senin (30/11/2020). Foto: Henk Widi

SiapLaga, aplikasi lain yang disiapkan menurut Muhamad Jumadh yakni Sistem Informasi Laporan Pengaduan dan Laporan Gratifikasi untuk pegawai, pengguna jasa dan masyarakat umum. Sistem ini memberikan kemudahan pelayanan pengaduan baik internal pegawai maupun eksternal pengguna jasa. Sebelumnya sistem pengaduan hanya mengandalkan tulisan kertas di kotak pengaduan.

“Berbagai upaya menumbuhkembangkan inovasi pelayanan publik akan terus dilakukan oleh karantina pertanian Lampung untuk peningkatan kualitas layanan,”tegasnya.

Redian, salah satu pelaku bisnis ekspedisi pengiriman sapi asal Sumbawa dan pelaku usaha pengiriman ternak sangat terbantu. Pengiriman menggunakan kendaraan melalui Jalan Tol Sumatera lebih cepat. Ditambah sistem antrean dan pelayanan online memudahkan pengurusan. Sebelum sampai di kantor karantina ia bisa melaporkan jumlah ternak yang akan dilalulintaskan.

Sumaryanto, pelaku bisnis jual beli kambing menyebut aplikasi Siqat memudahkannya sebelum berangkat. Satu jam sebelum tiba di kantor Karantina Bakauheni ia sudah bisa melaporkan jumlah ternak dan dokumen pelengkap. Ia akan lebih cepat tiba di Bakauheni sembari menunggu tiket kapal ferry yang juga dibeli secara online untuk menyeberang ke Merak.

Lihat juga...