Kasus Covid-19 Klaster Perkantoran di Banyumas Kembali Muncul

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Selain klaster keluarga, klaster perkantoran juga kembali bermunculan di Kabupaten Banyumas. Informasi terakhir,  ada tiga kantor yang ditemukan ada pegawai positif Covid-19, sehingga kantor tersebut ditutup sementara.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan di lingkungan Pemkab Banyumas ada dua kantor yang teridentifikasi ada pegawai positif Covid-19, yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dinperkim) dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Dua kantor tersebut akan ditutup selama tiga hari untuk dilakukan penyemprotan dan tracing.

“Di kantor Dinperkim ada satu pegawai positif Covid-19 dan di kantor Dispenda juga satu pegawai. Karenanya, kegiatan perkantoran di dua dinas tersebut akan ditutup sementara, dan pegawai melakukan work from home (WFH),” kata Bupati, Selasa (24/11/2020).

Bupati Banyumas, Achmad Husein di halaman kantor Pemkab Banyumas, Selasa (24/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Menurut Husein, kedua pegawai tersebut merupakan kormobid atau mempunyai penyakit pemberat. Sehingga harus segera mendapat perawatan untuk memulihkan kondisinya.

Selain di dua dinas tersebut, kasus positif Covid-19 juga ditemukan di Pengadilan Agama (PA) Purwokerto. Salah satu hakim dan panitera pengganti terkonfirmasi positif Covid-19.

Humas Pengadilan Agama Purwokerto, Asnawi, membenarkan hal tersebut. Hakim yang positif sebelumnya baru melakukan perjalanan ke Tegal bersama beberapa pegawai PA Purwokerto. Sepulang dari Tegal, ia mengeluh sakit dan dari fisiknya terlihat kurang sehat.

“Waktu pergi ke Tegal sudah agak lama, yaitu sekitar akhir bulan Oktober lalu. Pulang mengeluh sakit dan sempat dirawat di rumah sakit, namun tidak dilakukan swab test. Setelah merasa sehat, hakim tersebut kembali masuk kantor dan melakukan sidang virtual. Kemudian sekitar seminggu lalu kembali mengeluh sakit dan memeriksakan diri ke rumah sakit. Selang beberapa hari kemudian, kami mendapat kabar kalau beliau terkonfirmasi positif Covid-19,” terangnya.

Sedangkan untuk petugas panitera pengganti, merupakan pegawai yang baru pindah dari Jawa Timur dan mulai bertugas di Pengadilan Agama Purwokerto pada akhir Oktober. Baru bertugas sekitar dua minggu, yang bersangkutan mengeluh sakit dan hasil swab test ternyata terkonfirmasi positif Covid-19.

Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, pihak pengadilan kemudian melakukan swab test terhadap 41 orang pegawai pengadilan agama. Selain itu, seluruh ruangan juga dilakukan penyemprotan disinfektan.

Bupati mengatakan, merebaknya kembali klaster perkantoran ini disikapi dengan memperketat penerapan protokol kesehatan. Bupati menegaskan, melihat perkembangan kasus positif Covid-19 di Banyumas, maka operasi masker serta pembubaran kerumunan akan dilakukan setiap hari. Dan, bagi setiap pelanggar akan dilakukan tindakan tegas.

“Untuk hajatan juga kita larang kembali, namun untuk akad nikah diperbolehkan dengan maksimal jumlah yang hadir 20 orang,” kata Husein.

Lihat juga...