Kasus HIV dan AIDS di Sikka, Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sejak tahun 2003 hingga bulan Juni 2020, jumlah kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai jumlah 865 kasus dengan perincian HIV 264 kasus dan AIDS 601 kasus serta jumlah kematian 206 orang.

Selama bulan Juni hingga Oktober 2020, jumlah kasus HIV dan AIDS bertambah 27 kasus sehingga sejak tahun 2003 hingga bulan Oktober 2020 jumlah kasus mencapai 892 orang.

“Selama 4 bulan sejak Juni hingga Oktober 2020 ada penambahan 27 kasus,” terang Pengelola Program Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka, NTT, Yakobus Ernesto Kalla saat ditemui Cendana News di kantornya di Maumere, Jumat (27/11/2020).

Yakobus menyebutkan, total warga Kabupaten Sikka yang dinyatakan positif HIV dan AIDS sejak bulan Januari hingga Oktober 2020 sebanyak 62 orang, sehingga total sejak tahun 2003 sampai Oktober 2020 terdapat 892 kasus.

Penambahan jumlah ini kata Yakobus, terjadi karena ada 313 warga yang melakukan tes HIV dan AIDS di beberapa Puskesmas sejak bulan Januari hingga Oktober 2020.

“Tes HIV dan AIDS ini dilaksanakan dalam upaya mendukung pencegahan HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka. Tes tersebut dilaksanakan di beberapa Puskesmas yang ada di Kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Yakobus menambahkan, tes dilakukan setelah KPA Sikka melakukan sosialisasi terkait HIV dan AIDS pada 31 Warga Peduli AIDS (WPA) yang tersebar di 31 desa dan kelurahan yang diikuti 4.840 peserta.

Ditambahkannya, setelah dilakukan sosialisasi ada 313 warga yang melakukan tes HIV dan AIDS secara sukarela meskipun jumlah tersebut menurutnya sangat kecil sekali, tetapi pihaknya bersyukur masih ada yang melakukan tes.

“Meskipun partisipasi masyarakat mengikuti tes HIV dan AIDS secara sukarela sangat kecil, namun kita perlu menghargai karena masih ada warga mitra kerja WPA yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi aktif melakukan tes dini dan menjadi contoh bagi warga lainnya,” ucapnya.

Yakobus memberikan apresiasi atas kerelaan warga melakukan tes HIV dan AIDS secara sukarela dan pihaknya berterima kasih kepada WPA yang selalu berupaya menyadarkan masyarakat terkait HIV dan AIDS.

Sementara itu, Sekretaris KPA Sikka, Yohanes Siga menyebutkan, pihaknya memberikan bantuan dana kepada setiap WPA sebesar Rp2 juta untuk mendukung operasional kegiatan di tingkat WPA.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka, NTT, Yohanes Siga saat ditemui di kantornya di Jalan Achmad Yani, Kota Maumere, Jumat (27/11/2020). Foto: Ebed de Rosary

Yan sapaannya mengaku, dana tersebut memang sangat minim sekali, namun pihaknya bersyukur meskipun sedang pandemi Corona namun dana untuk lembaganya tidak dipangkas.

“Untuk Kabupaten Sikka sudah terbentuk 31 WPA dimana setiap WPA mendapatkan bantuan dana operasional sebesar Rp2 juta. Memang dananya sangat kecil sekali,” ungkapnya.

Lihat juga...