Kasus Positif Covid19 di Purbalingga Didominasi Transmisi Lokal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono di Purbalingga, Selasa (10/11/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURBALINGGA — Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga menyebutkan, 60 persen pasein positif Covid-19 merupakan penularan melalui transmisi lokal, sisanya 40 persen dari penularan luar daerah.

Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono mengungkapkan, dari data tersebut, pihaknya merasa perlu untuk mengigatkan masyarakat Purbalingga supaya tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Penggunaan masker, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir serta menjaga jarak harus terus diterapkan dalam interaksi di masyarakat untuk memutus penyebaran Covid-19, karena di wilayah Purbalingga, penularannya sebagian besar dari transmisi lokal, artinya dari interaksi di antara kita sendiri,” ungkapnya, Selasa (10/11/2020).

Jika dilihat dari jenis kelamin, sebanyak 55 persen kasus positif Covid-19 dari kaum laki-laki dan 45 persen dari kalangan perempuan.

Lebih lanjut drg Hanung mengatakan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Purbalingga terus mengalami peningkatan. Terlebih pada bulan November ini, dimana sampai dengan tanggal 9 November kemarin, tercatat pasien positif yang sembuh total ada 340 orang.

Namun, untuk kasus positif Covid-19 juga mengalami peningkatan. Jika sebelumnya total ada 381 kasus positif, hari ini bertambah menjadi total 414 orang. Meskipun terbilang melambat, namun peningkatan masih cukup siginifikan.

“Kewaspadaan harus terus kita tingkatkan, karena meskipun tingkat kesembuhan tinggi, namun angka kematian juga terus bertambah. Hari ini ada dua pasien positif yang meninggal dunia, sehingga menambah angka kematian dari 8 orang menjadi 10 orang,” terangnya.

Sementara itu, dalam rapat jajaran Forkompinda Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana menekankan, agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Purbalingga bergerak lebih aktif lagi untuk memerangi Covid-19. Terlebih saat ini di Purbalingga juga sedang ada moment pemilihan kepala daerah, sehingga kedisplinan dan kewaspadaan serta upaya pencegahan harus ditingkatkan.

“Ini menjadi tugas kita semua, seluruh OPD harus bergerak, sebab ini bukan menjadi tugas Dinas Kesehatan saja,” tegasnya.

Untuk Dinas Ketenagakerjaan misalnya, kata Sarwa Pramana, harus memastikan penerapan protokol kesehatan pada semua perusahaan yang ada di Purbalingga. Kemudian untuk Dinas Pariwisata, harus memastikan tempat wisata yang beroperasi juga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Pelaksanaan 3 M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus dipastikan diterapkan pada semua lini dan masing-masing dinas mempunyai tanggung jawab untuk mengontrol sesuai dengan tupoksinya,” pungkasnya.

Lihat juga...