Kebumen Belum Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

Editor: Makmun Hidayat

KEBUMEN — Setelah sempat menyandang status sebagai zona merah untuk beberapa waktu, saat ini Kabupaten Kebumen sudah masuk kategori zona orange. Meksipun begitu, mengingat masih tingginya kasus Covid-19, pembelajaran tatap muka (PTM) belum mulai diberlakukan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kebumen, Mohammad Amirudin mengatakan, untuk memulai aktivitas pembelajaran tatam muka, minimal juga status sudah menjadi zona kuning. Namun, berbagai persiapan untuk pembelajaran tatap muka sudah dipersiapkan.

“Kita belum mulai PTM, karena masih masuk zona orange, sehingga pembelajaran masih dilakukan secara daring, bahkan untuk uji coba PTM saja kita belum lakukan,” kata Amirudin kepada Cendana News, Kamis (5/11/2020).

Kepala Dinas Pendidikan Kebumen, Mohammad Amirudin di kantornya, Kamis (5/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Meskipun begitu, persiapan pembelajaran tatap muka sudah dilakukan pada banyak sekolah. Mulai dari ketersediaan tempat cuci tangan dan sabun yang memadai, alat pengukur suhu tubuh, serta penataan bangku yang berjarak. Mengingat  sebelumnya, pada bulan Agustus lalu, bupati Kebumen sempat memperbolehkan PTM dengan berbagai persyaratan protokol kesehatan yang ketat.

“Sebagian besar sekolah di Kebumen sudah siap untuk melakukan PTM, sehingga begitu status Kabupaten Kebumen masuk zona kuning, proses PTM akan segera dilakukan,” jelasnya.

Amirudin mengakui tidak menutup mata terkait pembelajaran daring yang mengalami banyak kendala. Mulai dari koneksi internet, sarana handphone ataupun laptop, hingga penerapan disiplin belajar terhadap anak yang banyak dikeluhkan para wali murid. Namun, untuk ketentuan pemberlakukan pembelajaran tatap muka, pihaknya harus mengikuti aturan.

Salah satu wali murid di Kebumen, Tri Peni mengatakan, ia mempunyai dua orang anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD). Selama proses pembelajaran daring, ia mengaku kerepotan harus mendapingi dua anaknya dalam jenjang pendidikan yang berbeda. Sementara jika tidak didampingi, anak cenderung untuk tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

“Kalau dibilang repot ya sangat repot pastinya, kita para wali murid sangat berharap anak-anak bisa sekolah seperti biasa lagi, supaya pelajaran tidak banyak yang tertinggal dan kita juga siap untuk menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Humas Tim Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto mengatakan, Kebumen sudah masuk zona orange, tetapi penambahan kasus positif masih tinggi. Hari ini saja ada pembahan kasus positif Covid-19 hingga 61 orang dan satu orang positif meninggal dunia.

“Kita sudah masih zona orange, namun masih ada satu kecamatan dan enam desa yang masih zona merah dan angka penambahan positif Civid-19 juga masih tinggi,” jelasnya.

Lihat juga...